Jadwal KA Prameks 1 Oktober 2026, Ada 10 Perjalanan Jogja-Kutoarjo
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Alvin Sahroni, dosen FTI UII di Kampus FTI, Kamis (7/12/2017). (Harian Jogja/Sunartono)
Dari hasil penelitian itu Alvin mendapatkan temuan aktivitas berlebihan pada otak bagian depan terjadi pada anak autis
Harianjogja.com, SLEMAN-Autis pada anak kini dapat dideteksi lebih dini sehingga langkah penanganan seperti terapi dapat dilakukan lebih awal.
Dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Alvin Sahroni berhasil menemukan analisa mengunakan sinyal elektris dengan memanfaatkan elektroensofalogram (EEG). Dari hasil penelitian itu Alvin mendapatkan temuan aktivitas berlebihan pada otak bagian depan terjadi pada anak autis.
Alvin menjelaskan, proses deteksi itu dilakukan dengan memasang EEG pada bagian kepala anak. Rincian alat itu seperti untuk mendeteksi gelombang listrik yang terdapat sensor terbuat dari elektroda untuk ditempelkan di bagian otak anak. Agar saat proses itu dilakukan anak tetap tenang maka boleh diberikan sedikit obat tidur, kemudian dilakukan rekam data melalui elektroda yang ditempelkan di bagian otak anak.
Setelah rekam data, kata dia, data diambil kemudian dianalisa menggunakan teknik sinyal yang ada di bidang engineering atau memprosesnya dengan sinyal elektris. Dari analisa itu melalui komputer akan muncul sejumlah fitur sebagai informasi penting untuk kasus anak autis tersebit.
"Dalam penelitian ini kami melihat dan memahami perbedaan karakteristik aktivitas sinyal otak pada anak autis dan non autis. Hasilnya aktivitas sinyal otak cendernung berlebih pada anak autis dibanding anak normal lainnya," terangnya, Kamis (7/12/2017).
Ia menambahkan, dengan hasil penelitian itu, maka deteksi anak autis dapat dilakukan dengan cepat dan setiap rumah sakit dapat melakukannya dengan mengambil aktivitas data sinyal otak. Pada umumnya deteksi autis dilakukan sangat lama, dengan analisa itu bisa dilkaukan dengan cepat. Jika sudah diketahui data maka anak autis bisa diterapi lebih awal.
Penelitian itu terus dikembangkan untuk memahami sifat anak tersebut, jika sudah diketahui, maka potensi, bakat dan kekurangan pada anak autis sehingga terapinya lebih terencana. Pentingnya lebih awal melakukan deteksi agar anak tidak terlambat untuk ditangani. Hanya saja proses recovery terjadap hasil analisa itu juga butuh proses panjang.
"Biasanya proses deteksi itu butuh waktu cukup lama dan dari beberapa pengalaman baru bisa dideteksi saat usia 2,5 tahun. Kalau pakai metode ini bisa lebih awal," ungkap pria yang menamatkan S1 di Teknik Elektro UII ini.
Selain peralatan EEG, ia menggunakan sistem komputer untuk memproses sinyal dalam melakukan deteksi. Penelitian itu dilakukan terhadap 20 anak, terdiri atas 10 anak autis dan 10 anak normal biasa. Ia berharap ke depan dapat membuat aplikasi khusus dari hasil penelitiannya sehingga dapat diintegrasikan dengan peralatan di rumah sakit. Berkat penelitian itu pula, Alvin berhasil meraik gelar doktor dari Computer Science and Electrival Engineering Departemen, Kumamoto University, Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.