Gas Melon Langka di Sleman Timur

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Sabtu, 09 Desember 2017 09:41 WIB
Gas Melon Langka di Sleman Timur

Elpiji bersubsidi yang selama ini didistribusikan dalam kemasan tabung kapasitas 3 kg atau lazim disebut gas melon langka di sebagian wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pemerintah daerah setempat menduga kelangkaan epliji 3 kg dalam tiga pekan terakhir ini disebabkan tingginya konsumsi warga saat Iduladha 2017. Menyadari kesulitan warga pengguna elpiji bersubsidi dalam mendapatkan bahan kebutuhan pokok mereka tersebut, Pemkab Kudus menggamit Pertamina untuk melakukan operasi pasar elpiji 3 kg di Mejobo,

Gas tiga kilogram kembali sulit diakses.

Harianjogja.com, SLEMAN--Masyarakat di wilayah Sleman timur kembali kesulitan mendapatkan gas bersubsidi alias gas melon isi tiga kilogram. Bahkan muncul isu terkait rencana penarikan tabung gas melon yang akan diganti dengan tabung gas ukuran 5,5 kilogram (brightgas).

Sejumlah warga di Bokoharjo, Prambanan mengaku kesulitan mendapat gas melon dua pekan terakhir. Beberapa warung dan pangkalan, mengaku kehabisan stok. "Kalau enggak pesan duluan, bisa nggak dapat," kata Sumantri, warga Bokoharjo, Prambanan, Jumat (8/12/2017).

Beberapa pengecer gas tiga kilogram mengakui kekosongan stok gas elpiji tersebut. Pihaknya masih menunggu stok dari pangkalan. "Sekali dikirim dari agen pasti langsung habis," kata salah satu pengecer gas tiga kilogram di Bokoharjo, Sulistiyono.

Akibat sulitnya pasokan gas melon tersebut, harga jual gas 3kg naik Rp1.000 per tabung dari sebelumnya Rp19.000 menjadi Rp20.000 per tabung.

Selain di wilayah Prambanan, kekosongan stok gas bersubsidi tersebut dirasakan oleh sebagian warga di Kalasan. Bahkan muncul isu jika Pertamina sengaja menarik gas melon untuk diganti dengan yang nonsubsidi. "Sulit lagi dapat gas, harus pesan dulu. Katanya mau diganti dengan tabung yang warna warni itu," kata Hariyadi, warga Selomartani, Kalasan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online