JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Seorang warga Krembangan melintasi jalan dusun yang tergenang air hujan di wilayah Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Minggu (10/12/2017). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Banjir terpantau merendam setidaknya 210 rumah di Dusun I dan II, Desa Krembangan
Harianjogja.com, KULONPROGO-Ratusan rumah di Kulonprogo kembali terendam banjir, Minggu (10/12/2017). Warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dan berharap air segera surut.
Setelah cuaca cerah beberapa hari, hujan kembali mengguyur Kulonprogo, Sabtu (9/12/2017) malam. Hujan berintensitas tinggi terus terjadi selama beberapa jam hingga menjelang subuh. Kondisi itu kemudian menyebabkan aliran air Sungai Sein di wilayah Kecamatan Panjatan meluap dan diikuti adanya bagian tanggul yang jebol.
“Jam [pukul] satu sampai empat pagi itu hujannya deras. Lalu air masuk rumah sekitar jam enam tadi,” kata Dwi Prastiwi, warga Desa Krembangan, Panjatan, Minggu pagi.
Dwi mengungkapkan, kedalaman air yang memasuki rumahnya mencapai sekitar 50 sentimeter. Meski begitu, dia mengaku belum berencana mengungsi seperti saat Siklon Tropis Cempaka beberapa waktu lalu. Dia yakin air segera surut jika hujan deras tidak datang lagi hari itu. “Kalau bisa di rumah saja. Airnya semakin rendah kok,” ujar dia.
Camat Panjatan Sudarmanto mengatakan, banjir terpantau merendam setidaknya 210 rumah di Dusun I dan II, Desa Krembangan. Kedalamannya berkisar antara 20-50 sentimeter. Dia mengatakan, tanggul Sungai Sein memang terbilang rawan dan sudah pernah jebol saat hujan berintensitas tinggi terjadi selama beberapa hari pada akhir November lalu. “Tanggul yang jebol ini posisinya di selatan yang kemarin sudah diperbaiki,” ungkap Sudarmanto.
Sudarmanto memaparkan, masyarakat memang masih diminta siaga dan waspada karena puncak musim hujan bahkan diperkirakan baru dimulai awal tahun depan. Pemerintah akan mengupayakan agar perbaikan tanggul bisa dilakukan secepatnya secara semi permanen, yaitu menggunakan material batuan yang diperkuat dengan jalinan bronjong.
Jika hujan terus datang dan membuat banjir justru semakin parah, warga akan diminta mengungsi demi keselamatan bersama. Sudarmanto juga sudah berkoordinasi dengan TNI/Polri dan pihak terkait lainnya terkait proses evakuasi warga. “Kita berharap hujan reda dan airnya surut tapi tetap harus antisipasi dan siaga,” ucap Sudarmanto.
Sementara itu, banjir juga terjadi di wilayah Kecamatan Lendah, yaitu Desa Bumirejo dan Wahyuharjo. Air juga merendam kantor kecamatan setempat meski hanya setinggi lutut orang dewasa. Namun, pengungsian juga belum dianggap sebagai urusan mendesak. “Kita masih pantau bersama pihak desa terkait bencana ini,” kata Camat Lendah Sumiran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.