Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Ilustrasi bocah pengidap difteri (JIBI/Solopos/Antara)
Dinas Kesehatan DIY meminta masyarakat tidak panik dalam menanggapi kabar adanya siswa yang suspect difteri di Prambanan, Sleman
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan DIY meminta masyarakat tidak panik dalam menanggapi kabar adanya siswa yang suspect difteri di Prambanan, Sleman. Sebagai langkah antisipasi, petugas pemantau sudah diterjunkan untuk memeriksa orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan yang bersangkutan.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=875880">Seorang Pelajar di Sleman Suspect Difteri
Seorang pelajar asal Batang, Jawa Tengah yang bersekolah di Prambanan diketahui terindikasi suspect difteri dan saat ini tengah dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Semarang.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastutie mengatakan, seorang suspect belum tentu sudah positif mengidap penyakit. Ia mengatakan butuh waktu tujuh hari sebelum menentukan pasien benar-benar terserang difteri atau bukan, karena itu ia menyatakan masyarakat agar jangan panik terlebih dahulu.
Dalam beberapa waktu terakhir, Dinas Kesehatan DIY sudah menerima dua laporan suspect difteri, satu di Prambanan dan satunya lagi di Bantul. Tapi yang di Bantul sudah terbukti negative. Sejauh ini difteri belum pernah ditemukan di DIY. Tahun lalu sempat ada laporan, namun setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, yang bersangkutan dinyatakan negative.
Walaupun masih suspect, Pembayun mengatakan langkah antisipasi tetap diperlukan. Ia menyatakan telah mengirimkan tim untuk memantau orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien.
“Kami lihat anak-anak yang kontak dengan dengan si pasien. Apakah ada yang serupa dengan pasien atau tidak,” ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (11/12/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.