Tenang, Libur Akhir Tahun Pemerintah Tambah Kuota Gas Melon

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Rabu, 13 Desember 2017 14:40 WIB
Tenang, Libur Akhir Tahun Pemerintah Tambah Kuota Gas Melon

Elpiji bersubsidi yang selama ini didistribusikan dalam kemasan tabung kapasitas 3 kg atau lazim disebut gas melon langka di sebagian wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pemerintah daerah setempat menduga kelangkaan epliji 3 kg dalam tiga pekan terakhir ini disebabkan tingginya konsumsi warga saat Iduladha 2017. Menyadari kesulitan warga pengguna elpiji bersubsidi dalam mendapatkan bahan kebutuhan pokok mereka tersebut, Pemkab Kudus menggamit Pertamina untuk melakukan operasi pasar elpiji 3 kg di Mejobo,

Bantul siapkan kuota fakultatif tambahan.

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul menyiapkan kuota fakultatif awal bulan dan kuota fakultatif tambahan lebih dari 50.000 tabung gas elpiji 3 kilogram. Hal itu untuk mengantisipasi kelangkaan gas melon akibat meningkatnya permintaan saat masa libur panjang Natal dan tahun baru ini.

Kepala Bidang Distribusi Sarana dan Prasarana Disdag Bantul, Yus Warseno mengatakan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, permintaan gas melon di akhir tahun pasti akan meningkat.

Pasalnya saat libur panjang biasanya pengusaha kuliner, khususnya di lokasi-lokasi wisata membutuhkan gas melon lebih banyak dari hari-hari biasa karena peningkatan jumlah pengunjung. Oleh sebab itu, alokasi gas melon pada Desember ini telah ditambah dengan kuota fakultatif yang didistribusikan pada awal bulan ini. “Untuk kuota fakultatif tambahan akan didistribusikan saat ada permintaan karena kekurangan di beberapa wilayah,” ucapnya, Selasa (12/12/2017).

Yus menyebut ada beberapa wilayah yang jadi perhatian Disdag terkait kebutuhan gas ini, yaitu Dlingo, Pleret, Sanden, Bambanglipuro, Banguntapan, Piyungan dan Kasihan. Karena di daerah-daerah tersebut seringkali terjadi kelangkaan gas melon, maka pendistribusian kuota fakultatif bakal diutamakan. Pihaknya berharap masyarakat dapat menyampaikan ke pihak Disdag jika memang terjadi kelangkaan gas di wilayahnya. Apalagi Disdag juga telah menyampaikan hal tersebut pada seluruh kepala desa di Bantul.

Terkait dugaan kelangkaan di beberapa wilayah karena kuota gas melon bersubsidi yang dikurangi, Yus menampik hal tersebut. Menurutnya kuota gas melon bersubsidi tidak berubah, apalagi Pertamina dan agen telah ada kontrak terkait jumlah tabung yang didistribusikan. Ia juga menambahkan kuota reguler bulanan memang tidak sama, menimbang kebutuhan dan permintaan masyarakat. Di bulan-bulan ramai seperti hari raya keagamaan dan libur nasional, kuota reguler bulan tersebut dipastikan akan lebih banyak dibandingkan bulan lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online