Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Aksi drama dengan tokoh setan dan guru dalam pertunjukan Teater Juang Selasa (12/12/2017) malam. (Intan Idkhasyah Putri/JIBI/Harian Jogja)
Teater Juang pentaskan drama.
Harianjogja.com,SLEMAN--Teater Juang mementaskan sebuah karya karangan Putu Wijaya pada Selasa (12/12/2017) malam. Pergelaran teater yang bertempat di Lab.Teater Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta UNY) mengangkat tema tentang guru.
Teater Juang memilih karya dari Putu Wijaya yang berjudul Guru dengan adanya pandangan dan kesamaan dengan masa sekarang. Drama dalam teater ini menyoroti kondi guru masa kini yang terlalu berfokus memintarkan dan mencerdaskan siswa-siswanya sehingga moral yang sebenarnya menjadi keutamaan dalam pembelajaran terabaikan.
"Jadi sebenarnya pada masa sekarang ini, di dalam pendidikan benar-benar memerlukan guru yang tidak hanya memintarkan saja tapi juga guru yang mengajarkan moral dan pengabdiannya," kata Indi F salah satu aktor dalam drama tersebut Selasa malam.
"Melihat kondisi sekarang ini, saya kira banyak perguruan tinggi yang menunjukkan lulusan yang kurang menonjolkan akhlak baik," lanjut dia.
Persiapan pementasan ini telah dilakukan sejak September hingga Desember. Teater ini termasuk dalam rangkaian parade teater yang disajikkan setiap tahunnya dengan pemeran yang berbeda-beda.
Tahun ini parade teater disajikkan dengan lima teater yang berbeda, yaitu Teater Juang yang pertama, kemudian Teater Mahesa, Teater Kandela, Teater Tapak Tilas, dan yang terakhir Teater Gardaka.
"Lelah tetapi dapat pengalaman, seneng dan prosesnya perlu dinikmati banget," lanjut dia.
Acara berlangsung lancar dan meriah. Tiket diedarkan saat presale dengan harga Rp7.500 serta on the spot seharga Rp10.000. Pengunjung nampak antusias menikmati pergelaran Teater Juang. Terlihat antrean yang panjang hingga penonton yang memenuhi setiap sudut lesehan yang telah disediakan panitia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.