Warga Jogja Sungkan Bersengketa, Kasus yang Masuk KID Turun

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Rabu, 13 Desember 2017 13:55 WIB
Warga Jogja Sungkan Bersengketa, Kasus yang Masuk KID Turun

Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang dilakukan oleh Komisi Informasi Daerah (KID) DIY di 2017 mengalami penurunan

Harianjogja.com, JOGJA- Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang dilakukan oleh Komisi Informasi Daerah (KID) DIY di 2017 mengalami penurunan. Di mana pada tahun ini KID DIY hanya menangani delapan kasus. Adapun pada 2016, KID DIY telah menyelesaikan 17 kasus sengketa informasi.

Menurut Komisioner Bidang Kelembagaan KID DIY, Martan Kiswoto, saat ini setidaknya delapan kasus telah diselesaikan KID DIY. "Ada satu tambahan, tapi masih dalam proses," ungkapnya.

Mengenai jumlah yang menurun hingga separuh dari jumlah sidang yang ditangani KID pada tahun sebelumnya, Marwan ungkapkan banyak faktor yang menyebabkannya. Ia juga tak bisa menentukan faktor mana yang menjadi penyebab utama penurunan angka tersebut. "Banyak faktornya," ujarnya, Selasa (12/12/2017).

Menurutnya masyarakat yang sadar akan informasi bisa mengakibatkan kenaikan dan penurunan sengketa informasi. Begitu juga dengan lembaga yang sadar informasi juga bisa mempengaruhi kenaiakan dan penurunan sidang sengketa informasi.

"Badan publik yang memberikan data bisa menurunkannya sengketa karena masyarakat sudah mengetahui. Namun bisa juga setelah dipublikasikan dan berbeda bisa menjadikan untuk disengketakan," jelas Martan Kisoto.

Ia juga mengatakan, budaya warga DIY juga mendukung rendahnya laporan atau permohonan untuk sidang penyelesaian sengketa informasi. Menurutnya masyarakat DIY tergolong sungkan untuk bersengketa, sehingga mereka tidak mau memohon pihak lain untuk membuka sebuah informasi.

"Masyarakat DIY sungkan untuk bersengketa," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online