Anak Lepas Gadget di Festival Dolanan Tradisional Suryodiningratan
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Kerusakan lingkungan belum tertangan dengan baik.
Harianjogja.com, BANTUL--Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar diskusi publik bertajuk Refleksi Akhir Tahun dan Pernyataan Sikap Kondisi Lingkungan Hidup Indonesia di Lantai 5 Gedung AR. Fachrudin A Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (14/12/2017).
Kegiatan ilmiah itu berupaya mendiskusikan sekaligus mencari solusi terkait persoalan kerusakan lingkungan yang belum tertangani dengan baik sehingga kerap berdampak pada bencana.
Ketua MLH PP Muhammadiyah Prof. Muhjidin Mawardi menyatakan, saat ini aspek lingkungan harus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Jika semua pihak mampu berbuat adil terhadap lingkungan, maka akan meminimalisasi terjadinya bencana. Mengingat akhir-akhir ini bencana alam di Indonesia sudah terjadi di beberapa wilayah dan menelan banyak korban jiwa serta banyak merusak infrastruktur. Ia menilai pemerintah perlu lebih aktif dalam menangani persoalan lingkungan.
"Tidak hanya perbuatan seseorang yang dapat merusak alam, tetapi perbuatan sekolompok orang akan mengakibatkan terjadinya kerusakan alam," terangnya dalam rilis kepada Harianhogja.com, Kamis (14/12/2017).
Ia menyadari, bencana lingkungan yang terjadi seperti banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, degradasi lahan, hilangnya keragaman hayati hingga polusi udara serta air, akibat dari perbuatan manusia. Oleh karena itu, solusinya harus dimulai dengan melakukan perubahan fundamental cara pandang masyarakat terhadap alam lingkungan. Butuh revolusi moral agar terjadi perubahan sikap, perilaku dan gaya hidup masyarakat terhadap lingkungan.
Menurutnya, rendahnya moral para pemangku kepentingan dalam pengelolaan hutan dinilai menjadi akar masalah bencana. Tidak efektifnya implementasi tata kelola hutan, dibuktikan dengan tata ruang yang masih lemah, kepemilikan lahan, batas-batas kawasan dan hak guna yang tidak jelas, keberadaan masyarakat adat dan status hutan adat yang tak selesai.
"Salah satu bencana lingkungan yang juga mengancam kehidupan bangsa adalah terjadinya krisis air. Saat ini krisis air sudah sampai pada tahap yang serius dan darurat. Oleh karena itu pemerintah dan seluruh jajarannya harus berani menyatakan bahwa krisis air yang terjadi di Indonesia saat ini merupakan permasalahan yang serius dan telah berada dalam kondisi darurat," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Dolanan Bocah Suryodiningratan di Jogja melibatkan 100 anak untuk melestarikan budaya sekaligus mengurangi ketergantungan gadget.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.