Petani Garam Gunungkidul Disarankan Pasang Atap

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Minggu, 17 Desember 2017 05:21 WIB
Petani Garam Gunungkidul Disarankan Pasang Atap

Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X (pegang kayu) saat melihat proses budidaya garam di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari. Sabtu (12/8/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, mengusulkan kepada para petani garam di Pantai Sepanjang untuk memberikan lahan garamnya atap

 
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, mengusulkan kepada para petani garam di Pantai Sepanjang untuk memberikan lahan garamnya atap, supaya saat musim hujan tetap bisa berproduksi. Bantuan bagi para petani yang sempat mandek juga akhirnya sudah disalurkan.

“Kami telah memberikan beberapa opsi teknologi berupa atap setengah lingkaran, mendatar dan segitiga. Tujuannya supaya saat musim hujan masih bisa produksi. Saat ini mereka masih mempertimbangkan opsi mana yang akan dipilih,” kata Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Suwarman Partosuwiryo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (15/12/2017).

Ia menyatakan bahan untuk itu telah disiapkan dan bisa menyerap tenaga matahari. Sehingga saat turun hujan sekalipun, saat atap ditutup maka suhu didalamnya tetap panas. Terkait hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan telah memberikan pembinaan.

Senada dengan Suwarman, Camat Tanjungsari, Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto menyebut saran itu sangat perlu untuk diterapkan oleh para petani. Supaya saat musim hujan sekalipun mereka bisa memproduksi garam.

Namun meski demikian ia menyadari produksi garam saat musim hujan dan kemarau tentu akan berbeda, “Kami usulkan beli pelindung terpal. Kalau hujan ditutup, tapi waktunya mungkin bisa lebih lama untuk kering," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online