LIBUR AKHIR TAHUN : Wisatawan Meningkat, Tapi Pendapatan Pedagang di Malioboro Tak Melonjak

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Senin, 18 Desember 2017 18:21 WIB
LIBUR AKHIR TAHUN : Wisatawan Meningkat, Tapi Pendapatan Pedagang di Malioboro Tak Melonjak

Hari pertama liburan akhir tahun, kawasan Wisata Malioboro mulai dipadati pengunjung, Senin (18/12/2017). (Syakirina Rahmatuzahra Utami/ harianjogja )

Libur akhir tahun ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Malioboro pun meningkat

Harianjogja.com, JOGJA-Libur sekolah telah tiba, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Malioboro pun meningkat.

Namun, peningkatan jumlah pelancong belum mampu mendongkrak pendapatan para pedagang dan tukang becak secara siginifikan. Sebab, yang berlibur mayoritas pelajar yang tentu saja punya daya beli berbeda dengan para pekerja.

Komandan Regu Sadewa Jogoboro UPT Malioboro Aryo Susilanto mengakui beberapa hari terakhir memang ada lonjakan wisatawan di Malioboro. Peningkatan mulai terpantau sejak Rabu pekan lalu. Saat itu sudah mulai berdatangan bus-bus pengangkut pelajar yang hendak berlibur.

“Sudah ada peningkatan, utamanya Jumat dan Sabtu. Rombongan pake bus pada dateng. Banyaknya pelajar, kalau yang keluarga sudah ada tapi belum banyak. Wisatawan yang dateng banyaknya dari daerah Jawa Timur seperti Trenggalek dan Madiun,” ucapnya saat ditemui di kantor UPT Malioboro, Minggu (17/12/2017).

Jogoboro UPT Malioboro, ucapnya, sejak Sabtu Malam sudah banyak sekali mendapat laporan anak-anak yang terpisah dari rombongannya. Kondisi yang menggambarkan betapa banyaknya remaja tanggung yang ada di pusat perekonomian DIY itu.

Aryo menyebut, keramaian akan mulai terlihat menjelang senja. Saat siang kondisinya normal. Tidak banyak orang bersliweran kesana kemari. Biasanya setelah pukul 16.00 WIB, barulah wisatawan pada bermunculan.

Kesaksian Aryo juga diamini oleh tukang becak bernama Aris. Ia menyebut, pada akhir pekan lalu Malioboro sudah lebih ramai. Jalanan macet, hotel-hotel penuh. Namun keadaan tersebut belum mampu mendongkrak pendapatan hariannya.

Selama dua hari terakhir, dirinya mengaku mendapat tambahan pendapatan sebesar Rp20.000 per harinya. Dari yang awalnya Rp70.000 jadi Rp90.000.

Pedagang batik bernama Endang juga mengaku demikian. pengunjung Malioboro ia katakan memang lebih padat. Tapi tidak dengan pendapatannya. Jika pada akhir pekan biasa ia mampu mendapat Rp1 juta sampai Rp1,5 juta, tempo hari ia mampu bawa keuntungan bersih sebesar Rp2 juta.

Situasi akan berubah, sebutnya, jika libur Natal dan Tahun Baru sudah tiba. Pendapatan bersihnya bisa mencapai Rp5 juta dalam sehari. “Biasanya wisatawan yang datang pas Natal dan Tahun Baru lebih boros.”

Pedagang baju bernama Gendut, mengatakan libur sekolah dengan libur nasional memang  menghasilan keuntungan yang berbeda. Ia menganggap hal tersebut wajar adanya, sebab daya beli antara pelajar dan pekerja jelas berbeda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online