Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Pihak pemerintah desa Parangtritis menilai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan Parangtritis kurang mendapat perhatian
Harianjogja.com, BANTUL--Pihak pemerintah desa Parangtritis menilai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kawasan Parangtritis kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah atau dinas terkait.
Kepala desa Parangtritis, Topo mengatakan Pokdarwis disana kurang dilibatkan nyata dalam pengelolaan kawasan wisata disana. "Pokdarwis disini cuma disuruh kumpulan, usul, sebatas itu saja, pengelolaan aktif nyata kan tidak dilibatkan," ujarnya, baru-baru ini.
Menurutnya Pokdarwis seharusnya diangkat menjadi pegawai kontrak dan masuk dalam ranah pengelolaan. Dirinya membandingkan dengan kawasan wisata di Dlingo yang dimana masyarakat atau Pokdarwis benar-benar terlibat nyata.
Dikatakan oleh Topo sebelum Pokdarwis diberikan kewenangan lebih, belum bisa maksimal dalam pengawasan termasuk pengawasan atau pencegahan Pungutan Liar (Pungli).
Menurut ketua 1 Pokdarwis Parangtritis, Sarjuno, pihak Pokdarwis sejauh ini dapat dikatakan hanya sebagai kerja sosial. Dia mengatakan saat ini belum bisa mengatur atau membatasi pihak pedagang atau pengusaha dikawasan wisata itu.
"Karena Pokdarwis belum ada pengukuhan dan SK kalau ada usaha minta ijin belum berani, kami hanya sapta pesona bagaimana menjaga baik dan bersih. Bisa dibilang kerja sosial," ujarnya.
Dikatakan olehnya kemungkinan baru akan ada pengukuhan di akhir Desember ini. Menurut Sarjuno juga saat ini pengawasan di kawasan Parangtritis saat ini lebih baik dengan ada zonasi.
"Saat ini lebih baik dengan pembagian zona dengan kelompok pengawas sendiri, seperti Zonasi TPI, Zona Laguna Depok, Zona Pantai Pelangi, zona Cemara Sewu, zona Gumuk Pasir namun tetap di bawah Pokdarwis," ujarnya.
Terkait permasalahan Pungli menurutnya dapat dikondisikan penyelesaiannya di masing zona yang ada masalah, jika tidak bisa Pokdarwis yang akan turun tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2