Seorang pengunjung Kalibiru berfoto di salah satu wahana obyek wisata alam Kalibiru, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Jumat (8/7/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Tahun depan, potensi wisata penyangga gencar dipromosikan.
Harianjogja.com, JOGJA--Tren pariwisata tahun depan akan bergerak menyasar generasi millennial. Potensi wisata yang dapat dipromosikan pada 2018 yakni objek-objek wisata penyangga yang banyak diburu para millennial yang haus akan eksistensi di media sosial.
Ketua Asosiasi Tur dan Agen Travel Indonesia (Asita) DIY, Udhi Sudiyanto mengatakan keberadaan teknologi informasi memberikan dampak besar pada promosi dunia pariwisata. Era digital dan perkembangan teknologi memberikan peluang dalam berpromosi dengan lebih mudah.
“Maka dari itu, kami [agen perjalanan] juga harus beradaptasi dengan menggunakan perangkat-perangkat teknologi untuk bisa mempromosikan potensi wisata Jogja lebih luas lagi,” ujar Udhi kepada Harianjogja.com, Rabu (20/12/2017).
Udhi menambahkan adapun objek wisata yang potensial untuk dipromosikan yakni potensi wisata penyangga yang kini banyak bermunculan. Terutama objek-objek wisata alam yang dianggap sebagai surga tersembunyi dan Instagramable atau yang menarik untuk diunggah di sosial media Instagram.
Potensi wisata penyangga di Jogja tumbuh begitu pesat. Berbagai desa di seluruh pelosok DIY berlomba menghadirkan dan mempromosikan potensi wisata daerahnya. Maka tidak heran, banyak objek wisata selain wisata utama Jogja yang lebih populer di sosial media.
“Paket-paket wisata penyangga ini akan lebih kami tonjolkan di tahun depan. Namun tetap tidak meninggalkan promosi wisata utama seperti Kraton Jogja, Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Hanya saja, wisata alam akan lebih banyak dipromosikan,” jelas Udhi.
Udhi menjelaskan ada banyak potensi wisata penyangga yang mulai bermunculan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan untuk mempromosikan community best tourism atau keberadaan desa-desa wisata. Di mana potensi tersebut digarap dengan menawarkan pengalaman melakukan berbagai kegiatan warga desa.
“Ada beberapa objek wisata penyangga yang akan menjadi fokus kami untuk dipromosikan tahun depan. Di antaranya Desa Wisata Nglinggo, Tebing Breksi dan Candi Ijo, serta beberapa objek wisata yang belum dikenal atau jarang diekspos,” papar Udhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: