Pakar Sebut Bisnis Online Bikin Ekonomi Membaik di 2018

Sunartono
Sunartono Jum'at, 22 Desember 2017 05:40 WIB
Pakar Sebut Bisnis Online Bikin Ekonomi Membaik di 2018

Ekonomi 2018 diprediksi membaik.

Harianjogja.com, SLEMAN--Tahun 2018 menjadi tahun politik yang harus diwaspadai oleh para pelaku bisnis. Sejumlah ekonom memperkirakan prospek bisnis online di 2018 mendatang semakin moncer yang diprediksi membuat perekonomian membaik.

Rektor Universitas Widya Mataram Prof. Edy Suandi Hamid menyatakan, laju pertumbuhan ekonomi 2017 dipastikan tidak memenuhi target APBN, yaitu hanya sekitar 5,1% dari target sebesar 5,2%. Namun rendahnya laju pertumbuhan ekonomi tak selalu buruk. Karena meski rendah, dapat menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.

Ia tak menampik prediksi bisnis di 2018 akan membaik, seiring dengan kemudahan berbisnis yang ditunjukkan dengan peningkatan index ease doing business 2017 yang dari 19 tingkat dari tahun sebelumnya dengan di peringkat 72 dari 190 negara.

"Dengan gambaran itu, kita bisa menatap 2018 lebih optimistis, meski 2018 adalah tahun politik, suhunya memanas. Pelaku ekonomi akan berhitung cermat untuk menghindari resiko dari situasi politik yang tidak menguntungkan. Keuntungan lain di tahun politik, aktor politik akan menggelontorkan dananya kepada masyarakat, ini dapat menaikkan permintaan konsumsi masyarakat," terangnya dalam diskusi di Universitas Widya Mataram, Kamis (21/12/2017).

Ekonom dari Stipram Jogja Amiluhur Soeroso menambahkan, cuaca ekonomi di 2018 bisa lebih kondusif, karena terobosan teknologi informasi berperan signifikan dalam membalikkan cara berbisnis. Namun perlu respon dan akurasi untuk mitigasi serta adaptasi terhadap dampak yang ditimbulkan.

Bisnis online akan meningkatkan sharing economy yang pesat. Dengan IT, produsen dapat menghantarkan nilai kepada konsumen secara mudah, cepat akurat. Sektor transportasi online menimbulkan badai bagi konvensional seperti taksi argo, ojek pangkalan bahkan diprediksikan dapat menekan penjualan kendaraan pribadi.

"Agar efektif perusahaan transportasi bahkan rumah makan harus bekerja dengan mereka [e commerce]. Efek lain, transporrtasi kendaraan pribadi beralih ke massal terutama perkotaan, sehingga ada penurunan tren penjualan kendaraan," tegas dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online