RespiraTB Ciptaan Mahasiswa UII Bisa Pantau Gejala TBC Secara Real-Time
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya AKSES DIFABEL- Adi Sunarso, 60, mendorong kursi roda di <i>Ciry Walk</i><i> Jl Slamet Riyadi, Solo, Rabu (18/1). Sebanyak 80 persen dari jumlah difabel di Solo yang kian bertambah tiap tahunnya adalah pekerja serabutan dan pengangguran, hanya 20 persen dari mereka yang bekerja dan mempunyai penghasilan tetap. </i>
Para mahasiswa telah aktif memberi pendampingan kepada para mahasiswa difabel
Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah perguruan tinggi yang memiliki kepedulian terhadap penanganan penyandang disabilitas mendorong pembentukan organisasi difabel tingkat nasional.
Guna mendukung rencana itu, diselenggarakan konferensi nasional bertajuk Ensuring Access and Quality Education for Students with Disabilities in Indonesian Universities, di gedung RHA Soenarjo, kampus UIN Sunan Kalijaga pekan lalu.
Pemerhati Penyandang Disabilitas yang juga mantan Ketua Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Jogja Rof’ah menyampaikan, dirintisnya organisasi difabel nasional dan dilaunchingnya program INDOEDUC4ALL memberikan semangat tersendiri untuk membenahi pendidikan di perguruan tinggi agar memberikan akses terhadap mahasiswa difabel. Hal itu menjadi modal bagi keberlangsungan perjuangan para organisasi difabel dalam mengawal kebijakan pemerintah, khususnya di wilayah pendidikan.
Ia mencontohkan peran organisasi difabel dalam menerjemahkan impelementasi pendidikan inklusi, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. "Mulai dari apa yang harus dilakukan, seperti assisstive teknologi apa yang harus ada, kemudian pentingnya unit difabilitas di semua pelayanan pendidikan, ketersedian sarana dan prasarana itu menjadi penting kunci sukses pendidikan inklusi," terangnya dalam rilis yang dikirim kepada Harian Jogja, Rabu (20/12).
Sebelum berdirinya PLD, lanjut dia, para mahasiswa telah aktif memberi pendampingan kepada para mahasiswa difabel. Karena memang sejak dulu kampus ini telah menerima difabel untuk bisa studi lanjut. Dengan lahirnya PLD, kampus ini lebih bisa melakukan pelayanan dengan baik. Apalagi dengan adanya dukungan dari Dirjen Dikti dan sejumlah perguruan tinggi luar negeri diharapkan bisa segera didirikan organisasi difabel nasional yang akan memayungi berbagai PLD di berbagai kampus di Indonesia ini.
"University of Alicante Spanyol memberikan dukungannya melalui program bernama INDOEDUC4ALL yang akan berjalan sampai tiga tahun kedepan. Di mana Alicante sebagai koordinator menggandeng enam universitas di Indonesia untuk menjadi agen dari program tersebut," kata dia.
Sejumlah kampus yang turut mendukung terbentuknya organisasi difabel antara lain, UIN Sunan Kalijaga, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Surabaya dan IAIN Surakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kulit terasa kesat setelah cuci muka bukan tanda benar-benar bersih. Dokter menjelaskan cara cleansing yang efektif tanpa merusak kulit.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.