Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Tim dari PMI Kulonprogo membantu evakuasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di kawasan Pantai Trisik, Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Rabu (27/12/2017) dini hari. (Foto Istimewa/Dok.PMI Kulonprogo)
Mayat tanpa identitas ditemukan di kawasan Pantai Trisik, Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Rabu (27/12/2017) dini hari
Harianjogja.com, KULONPROGO-Mayat tanpa identitas ditemukan di kawasan Pantai Trisik, Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, Rabu (27/12/2017) dini hari. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates.
Kapolsek Galur, Kompol B.Muryanto mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan seorang pemancing pada sekitar pukul 01.00 WIB. Mayat tersebut diduga sudah sangat lama berada di air karena kondisinya yang sudah rusak dan mengeluarkan bau tidak sedap.
“Kami koordinasi dengan PMI Kulonprogo untuk membawa mayat tersebut ke RSUD sehingga bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan identifikasi oleh tim medis, korban diketahui sebagai warga Mungkid, Magelang, Jawa Tengah bernama Ulum Munafis. Remaja berusia 12 tahun itu adalah salah satu korban yang tenggelam di wilayah Magelang pada 6 Desember 2017 lalu.
Keluarga korban pun sudah datang ke RSUD Wates untuk mengonfirmasi identitasnya. Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke Magelang untuk segera dimakamkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.