Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Ilustrasi minuman keras (miras). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Setidaknya, masih ada dua penjual miras ilegal
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja masih terus memburu beberapa penjual minuman keras tanpa izin. Setidaknya, masih ada dua penjual miras ilegal.
Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Jogja Christina Suhantini mengatakan, dalam catatannya masih ada dua penjual miras ilegal, yakni di wilayah Umbulharjo dan Wirobrajan. Keduanya sudah dirazia berkali-kali, tetapi masih tetap membandel dengan menjual miras diam-diam.
Pihaknya sudah mengajukan kedua penjual tersebut sejak pertengahan tahun ini ke Pengadilan Negeri Jogja untuk disidang tindak pidana ringan (Tipiring). "Tapi yang bersangkutan tidak pernah hadir di persidangan, saat kami datangi ke rumahnya juga tidak ada," kata Christina, Kamis (28/12/2017).
Dalam razia yang dilakukan ke tempat dua penjual miras tersebut, petugas selalu menemukan penjualnya, dan bukan pemiliknya. Dalam razia terakhir, Satpol PP mengamankan sekitar 100 botol miras berbagai merek di dua warung tersebut.
Selain mengawasi dua penjual miras ilegal tersebut, pihaknya terus menyisir penjual-penjual miras lainnya yang tidak memiliki izin edar dan izin berdagang miras dengan kadar alkohol di atas 5%. "Kami juga mengimbau masyarakat kalau menemukan penjual miras untuk dilaporkan kepada kami," ujar Christina.
Terkait adanya korban tewas akibat menenggak miras oplosan, Christina mengaku tidak ikut menangani karena kasus tersebut dalam penanganan kepolisian.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi meminta Satpol PP terus melakukan razia penjual miras ilegal. Heroe juga berharap masyarakat ikut mengawasi di wilayahnya masing-masing. Dalam kasus korban miras oplosan yang menewaskan tiga orang di Jetis dan Gedongtengen, Heroe berharap kejadian serupa tidak terulang. "Kalau ada indikasi warga minum [miras] harus dicegah," kata Heroe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Gempa M6,2 mengguncang Parigi Moutong dan terasa di Palu. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa M6,3 juga mengguncang Simalungun.
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Uni Eropa menawarkan satelit Copernicus untuk membantu pencarian korban gempa NTT M7,7 yang menewaskan 47 orang.
Prabowo paling sering menyebut kata Indonesia dalam pidato kenegaraan 2026, disusul rakyat, tahun, anak, sekolah, hingga BUMN.
Gempa 7,7 SR di Flores NTT menewaskan 38 orang. Pemerintah kirim 50.000 paket sembako dan kerahkan TNI untuk evakuasi korban.