Akhir Tahun, Kebutuhan Uang Tunai DIY Diperkirakan Capai Rp3,2 Triliun

Holy Kartika Nurwigati
Holy Kartika Nurwigati Jum'at, 29 Desember 2017 06:55 WIB
Akhir Tahun, Kebutuhan Uang Tunai DIY Diperkirakan Capai Rp3,2 Triliun

261214-RMT-BISNIS-14BANK JIBI/Bisnis/Rahmatullah BEROPERASI SAAT LIBURAN Karyawan tengah menghitung uang tunai yang akan disetor ke Kantor Cabang Bank Mandiri Pertamina Kramat Raya di Jakarta, Jumat (26/12). Sebanyak 160 kantor cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia beroperasi pada hari cuti bersama dalam rangka hari natal untuk menerima pembayaran setoran SPBU ke Pertamina serta transaksi terbatas . Di samping itu, Bank Mandiri menyiapkan Rp15,17 triliun uang tunai untuk memenuhi kebutuhan kantor caban

BI telah meminta sejumlah perbankan untuk membuat estimasi kebutuhan uang kartal

Harianjogja.com, JOGJA-Estimasi kebutuhan uang kartal atau uang tunai menyambut akhir tahun sebesar Rp3,2 triliun. Namun, adanya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) nantinya akan memengaruhi jumlah peredaran uang kartal di masyarakat.

"Estimasinya Rp3,2 triliun yang disiapkan, tetapi penambahan dan paling tidak realisasinya sekitar Rp1,4 triliun," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY Budi Hanoto ditemui Harian Jogja di kantornya, Kamis (28/12/2017).

Budi mengatakan, menyambut akhir tahun, BI telah meminta sejumlah perbankan untuk membuat estimasi kebutuhan uang kartal guna memenuhi kebutuhan masyarakat atau nasabahnya. Di mana kebutuhan uang kartal setiap akhir tahun cenderung mengalam kenaikan.

Pada periode Desember 2014, kebutuhan uang kartal mencapai Rp1,483 triliun dan pada Desember 2015 realisasi naik menjadi Rp1,49 triliun. Sementara, pada Desember 2016 cenderung turun menjadi Rp1,28 triliun.

"Kondisi itu juga tergantung pada posisi libur panjangnya ada di akhir pekan atau hari biasa. Di tahun ini naik Rp1,4 triliun, tetapi bisa jadi realisasi tidak sampai segitu. Karena sekarang ada GNNT," jelas Budi.

Terkait GNNT, Budi juga mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan pembayaran nontunai. Apabila nanti ada penurunan peredaran uang kartal, kata Budi, itu menandakan penggunaan pembayaran non tunai sudah mulai digiatkan masyarakat.

"Intinya, GNNT akan memengaruhi seberapa besar bank menarik uang kartal dari BI. Kami juga memastikan di masa pergantian tahun ini, mitigasi gangguan sistem teknologi seperti ATM tidak akan terganggu agar layanan kebutuhan uang di masyarakat dapat berjalan baik," jelas Budi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online