Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Ilustrasi kemacetan arus lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara)
“Informasinya ada di empat titik tapi yang paling rawan"
Harianjogja.com, KULONPROGO-Polres Kulonprogo memprediksi dua titik kemacetan utama pada malam pergantian tahun di wilayah Kulonprogo. Rekayasa lalu lintas diberlakukan mulai Minggu (31/12/2017) petang.
Kasat Lantas Polres Kulonprogo, AKB Maryanto menaruh perhatian khusus acara perayaan tahun baru yang digelar di Alun-alun Wates dan kawasan Pantai Glagah, Temon. “Informasinya ada di empat titik tapi yang paling rawan itu di Alun-alun Wates dan Glagah. Kami sudah merencanakan skenario rekayasa lalu lintas bersama pihak terkait,” kata dia, Sabtu (30/12/2017).
Maryanto memaparkan, nantinya hanya ada dua pintu masuk menuju kawasan Pantai Glagah. Pintu masuk pertama ada di simpang glagah atau melalui pos Tempat Penarikan Retribusi (TPR) paling timur, sedangkan pintu masuk kedua melalui Balai Desa Glagah. Saat acara perayaan tahun baru selesai, jalur keluar dipusatkan satu arah melalui kawasan Pantai Congot, Temon untuk mengantisipasi kemacetan.
Akses masuk ke area Alun-alun Wates terbagi dalam tiga jalur, yaitu melalui Jalan Perwakilan, Jalan Bhayangkara, dan Jalan Sanun. Jalan lingkar Alun-alun Wates sisi selatan timur akan dijadikan sebagai area parkir kendaraan roda dua, sedangkan parkir untuk roda empat memakai jalan lingkar Alun-alun Wates sisi barat, Jalan Bhayangkara, dan sisi selatan jalan di depan Kompleks Pemkab Kulonprogo.
Usai acara, semua kendaraan akan diarahkan keluar melalui Jalan Perwakilan. “Rekayasa akan kita berlakukan sehabis magrib,” ujar Maryanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.