Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Korban miras berjatuhan
Harianjogja.com, JOGJA-Minuman keras (Miras) oplosan kembali merenggut nyawa. Dua orang warga Kecamatan Danurejan meninggal dunia diduga setelah menenggak miras oplosan.
Kedua korban adalah warga Kelurahan Tegal Panggung, Danurejan, Sugiman, 51, dan Umar Rahardjo, 58. Keduanya pesta miras pada Selasa, 26 Desember malam lalu di Ledok Tukangan, Tegal Pangung."Kemungkinan korban bisa bertambah karena saat minum ada enam orang," kata Kepala Polsek Danurejan Komisaris Aslori, melalui pesan singkat selular, Senin (1/1/2018).
Aslori mengatakan, selain dua korban meninggal dunia, ada dua korban lainnya yang masih dirawat di Rumah Sakit Bethesda. Keduanya Slamet, 48, warga Tegal Panggung, Danurejan dan Diah Sari, warga Surokarsan, Mergangsan. Keduanya ikut minum bersama korban tewas.
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian dan menemukan tiga botol bekas minuman berisi yang diduga bekas miras. Pihaknya belum bisa memastikan karena kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Reserse Krimnal Polresta Jogja untuk penanganan lebih lanjut.
Aslori hanya mendapat informasi bahwa yang membawa miras oplosan itu adalah almarhum Sugiman. "Kalau dari keterangan saksi Diah Sari yang masih opname di rumah sakit, miras yang dibawa Sugiman diperoleh dari saudara Deden di Gunungketur, Pakualaman," papar dia.
Deden sampai kemarin sedang dimintai keterangan oleh penyidik Polresta Jogja. Sebelumnya korban tewas akibat miras oplosan juga terjadi di wilayah Gedongtengen satu orang, kemudian di wilayah Cokrodiningratan Jetis dua orang. Kejadian tersebut hampir bersamaan pada pekan keempat bulan lalu.
Banyaknya korban miras oplosan menjadi keprihatinan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi. Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jogja tidak kurang untuk merazia miras. Demikian juga kepolisian yang terus berupaya menindak para penjual miras.
Menurut dia, butuh kepedulian semua pihak dalam memberantas miras, terutama pengurus RT dan RW untuk selalu mengingatkan jika menemukan adanya indikasi pesta miras di dilingkungannya masing-masing, "Kalau ada warga yang mau minum [miras] supaya dicegah," kata Heroe, Sabtu pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Polda Metro Jaya menyiapkan 27 kantong parkir di Monas, GBK, Kemayoran-Ancol saat perayaan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
Harga emas dunia diproyeksikan menguat pekan depan. Emas diperkirakan bergerak US$4.186-US$4.572 per troy ounce.
Karhutla Gunung Bromo telah dipadamkan, tetapi tim gabungan tetap siaga mengantisipasi bara dan titik asap baru di kawasan tersebut.
RSUD Manggarai rusak akibat gempa M7,7. BNPB menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal untuk menjaga layanan kesehatan.
Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah.