Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Diharapkan kerja sama ini dapat meningkatkan pembangunan di kedua daerah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Kota Malang berencana mengembangkan sister city untuk sektor kebudayaan dan pariwisata. Diharapkan kerja sama ini dapat meningkatkan pembangunan di kedua daerah.
Bupati Gunungkidul Badingah mengaku senang dengan rencana kerja sama dengan Kota Malang. Menurut dia, kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan Pemkot Malang ke Gunungkidul, Jumat (5/1/2018).
“Ya kami sangat senang dan siap menjalin kerja sama untuk mengembangkan sektor kepariwisataan,” kata Badingah kepada wartawan, Jumat.
Dia mengungkapkan, dengan kerja sama ini maka kedua belah pihak dapat saling belajar. Sebagai contoh, pemkab dapat belajar bagaimana pengembangan wisata di Kota Malang. Salah satunya, bagaimana mengajak pihak ketiga untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor pariwisata. Selama ini, di Gunungkidul lebih menitikkan peran dari pemkab dan masyarakat.
"Jadi, dengan kerja sama ini, mudah-mudahan bisa mendapatkan jaringan ke pihak ketiga agar mau membantu dalam upaya pengembangan di sini [Gunungkidul],” ungkap Badingah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto mengatakan, pihaknya tertarik bekerja sama dengan Gunungkidul karena pengembangan kebudayaan dan pariwisata yang berkembang pesat. Ia pun berharap dengan program sister city, maka dapat membantu pengembangan di Kota Malang. Menurut dia, karateristik wisata di Malang berbeda dengan Gunungkidul sehingga perbendaan tersebut bisa saling mengisi dan belajar bersama.
“Di Malang lebih condong ke wisata tematik, sedang Gunungkidul banyak bertumpu pada keindahan alam sehingga untuk pengembangan bisa saling melengkapi. Untuk detail kerja sama, nanti bisa dijabarkan setelah masing-masing kepala OPD bertemu,” kata pria asal Ngawen, Gunungkidul ini.
Dalam hal kerja sama sudah ada kesepakatan bersama. Salah satunya akan memberikan sebuah tempat khusus di setiap kegiatan yang dimiliki. “Misalnya di Malang ada festival baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Nantinya di kegiatan tersebut, kami akan menyediakan tempat untuk Gunungkidul. Begitu pula saat Gunungkidul menggelar kegiatan, kami akan diberikan tempat khusus,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.
Pemkot Jogja mengandalkan event sepanjang tahun dan sport tourism untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan serta mendongkrak omzet UMKM.