Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Harga kebutuhan pokok yang akhir-akhir ini naik salah satunya beras, belum juga ada penurunan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Harga kebutuhan pokok yang akhir-akhir ini naik salah satunya beras, belum juga ada penurunan harga di Gunungkidul. Hal tersebut diduga akibat permasalahan cuaca sehingga membuat pertanian terganggu.
Kepala seksi distribusi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Gunungkidul, Sigit Haryanto mengatakan harga beras memang belum mengalami penurunan dan dirasa masih cukup tinggi harganya.
"Belum ada penurunan harga, karena permasalahan cuaca, sehingga pertanian warga terganggu. Produksi atau panen masih sedikit juga," kata Sigit, Senin (15/1/2018).
Sebelumnya, Minggu (14/1/2018) Sigit mengatakan sudah ada operasi pasar untuk menstabilkan harga. Respon pedagang maupun pembelipun bagus menurutnya, karena beras dapat terjual hingga 20 ton, dengan patokan harga 9.350/kg nya.
Dia belum dapat memastikan lagi apa perlu ada operasi pasar kembali atau tidak, tergantung bagaimana pihak Bulog, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), dan juga para pedagang pasar.
Sigit juga mengatakan untuk di Gunungkidul telah diupayakan tidak ada penimbunan beras, karena telah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengawasi ataupun mencegah para pedagang yang coba menimbun.
Selain beras, komoditas cabai juga mengalami kenaikan, hal tersebut menurutnya juga disebabkan faktor yang sama yaitu masalah cuaca. "Permasalahannya sama, masalah cuaca buruk. Sehingga menyebabkan hama juga jadi banyak, menyebabkan panen sedikit sehingga harga mahal," katanya.
Salah satu pedagang beras di pasar Argosari, Wonosari, Situk mengatakan selain harga beras tinggi pasokan juga sering terlambat. "Harga beras memeang tinggi akhir-akhir ini, tidak turun-turun. Selain itu pasokan berasnya juga sering terlambat," katanya.
Menurut Situk operasi pasar yang kemarin Minggu (14/1/2018) digelar, diharapkan ada lagi. Selain itu juga menurutnya, untuk harga kemarin yang dipatok saat operasi pasar masih terbilang tinggi. Dia berharap agar harga kembali normal karena banyak masyarakat juga mengeluh kenaikan harga tersebut.
Sementara itu pedagang cabai, di Pasar Argosari, Wonosari, Agus Deni mengatakan cuaca memang sangat berpengaruh terhadap pertanian dan harga jualnya. "Berpengaruh harganya akibat cuaca, ini cabai juga jadi naik. Selain itu juga lahan yang menyempit," kata Agus.
Dimusim seperti ini dikatakan Agus para petani sedang menanam padi, sehingga lahan pertanian cabai cenderung berkurang dan menyebabkan harga mahal.
Dia juga mengatakan daya beli cabai di masyarakat juga jadi menurun. "Masyarakat mengurangi pembeliannya biasanya 1kg jadi hanya setengah kilogram," ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)