Ada Belasan Ribu Lansia Telantar, Tapi Tak Ada Panti Jompo di Gunungkidul

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Senin, 22 Januari 2018 18:40 WIB
Ada Belasan Ribu Lansia Telantar, Tapi Tak Ada Panti Jompo di Gunungkidul

Tak ada satu pun panti jompo di Gunungkidul.

Harianjogja.com, BANTUL--Angka warga lanjut usial (lansia) telantar di Gunungkidul mencapai belasan ribu jiwa, namun hingga saat ini belum ada satu pun panti jompo yang dibangun.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinsos, Gunungkidul, Irfan Ratnadi, mengatakan belum ada lembaga kesejahteraan sosial yang terakreditasi mengajukan pendirian panti jompo. "Pertama kendalanya belum ada lembaga kesejahteraan sosial yang terakreditasi mengajukan itu. Ada satu mengajukan sudah dapat izin, tetapi sarana prasarana baru proses penyiapan yaitu Panti Asuhan An Nur, di Srimpi, Karangmojo," ujarnya pada Harianjogja.com, Senin (22/1/2018).

Menurut Irfan para lansia banyak yang tidak mau dititipkan ke panti jompo, walaupun ada tawaran dari Jogja dan Sleman. Dia mengatakan saat ini diperkirakan dibawah 10 orang yang tinggal di panti jompo.

Terkait kondisi kesehatan para lansia tersebut Irfan mengatakan hal tersebut menjadi ranah Dinas Kesehatan (Dinkes), karena yang tahu pasti terkait permasalahan kesehatan. Dinsos hanya memeberikan data jumlah lansia yang ada.

Minimnya anggaran bantuan harus ada skala prioritas yang dibantu. Mengingat anggaran bantuan yang ada saat ini dari dana APBN sebesar Rp200.000/tahun dengan kuota 240 jiwa. Ditambah dana dari APBD berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sekitar Rp1.250.000 dalam bentuk kebutuhan pokok maupun kebutuhan lansia laninnya, dengan jumlah penerima 100 Lansia. Data dari Dinsos DIY sendiri jumlah lansia terlantar di Gunungkidul sejumlah 18.420.

http://m.solopos.com/?p=885144">Baca juga : Memprihatinkan! 18.420 Lansia di Gunungkidul Hidup Terlantar

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online