15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Potensi longsor di wilayah-wilayah yang memiliki perbukitan sangat tinggi
Harianjogja.com, SLEMAN-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman secara khusus meminta masyarakat mewaspadai potensi gerakan tanah akibat tingginya intensitas hujan. Senin (22/1/2018), longsor akibat tanah tidak mampu menahan air hujan terjadi di empat lokasi.
“Satu rumah di Pandowoharjo terkena longsor, tapi tidak parah. Di Pelemgolek satu gazebo longsor, satu lagi longsor di Kali Buntung, dan saty kagi di bantaran Kali Opak, Prambanan,” ujar Makwan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Senin (22/1/2018).
Menurut dia, potensi longsor di wilayah-wilayah yang memiliki perbukitan sangat tinggi, yakni di Prambanan, Cangkringan, Pakem, Godean hingga Gamping.
Berdasarkan data Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dikeluarkan Januari 2018 ini, potensi gerakan tanah terdapat di 17 kecamatan di Sleman. Kecamatan yang masuk kategori gerakan tanah menengah meliputi Berbah, Depok, Kalasan, Minggir, Mlati, Moyudan, Ngaglik, Ngemplak, dan Kecamatan Sleman. Adapun wilayah yang masuk kategori menengah-tinggi mencakup Prambanan, Pakem, Cangkringan, Tempel, Turi, Seyegan, Godean dan Gamping.
http://m.harianjogja.com/?p=887408">Baca juga : Pohon Tumbang dan Tanah Bergerak Jadi Ancaman
Daerah yang memiliki potensi gerakan tanah tinggi berada di perbatasan sungai, tebing jalan, dan lereng yang mengalami gangguan. Gerakan tanah yang lama juga bisa aktif kembali manakala. intensitas hujan yang turun berlangsung lama, di atas normal. “Kami fokus pada penanganan potensi longsor seiring dengan masuknya puncak musim hujan tahun ini,” ujar Makwan.
Penduduk yang bermukim di sepanjang sepadan sungai yang tidak berhulu di kaki Merapi harus awas terhadap potensi banjir. Sungai-sungai tersebut diperkirakan tidak mampu menampung air hujan yang turun terus menerus. “Kondisi berbeda dengan sungai-sungai yang berhulu ke Merapi karena palungnya lebih dalam,” ujar dia.
Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan (FKKRS) Sleman Yoga Nugroho Utomo mengatakan ancaman longsor di beberapa wilayah cukup tinggi. Selama kurun November hingga Desember 2017, komunitas sukarelawan di Sleman telah mengidentifikasi kawasan rawan longsor di lima kecamatan yaitu Pakem, Turi, Ngaglik, Mlati, dan Depok.
“Titik-titik rawan tersebut terus dipantau intensif, termasuk wilayah yang sering longsor, seperti Prambanan dan Gamping,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
DPRD Kota Jogja menyoroti warga desil 6 yang sulit mengakses bansos dan mendorong Pemkot Jogja mempertimbangkan kondisi ekonomi riil.
Prabowo Subianto tampak berkaca-kaca saat menyanyikan "Bagimu Negeri" dalam Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka
Paskibraka DIY Diharapkan Jadi Teladan dan Penjaga Semangat Nasionalisme
Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat
BMKG mencatat 1.598 gempa susulan setelah gempa M7,7 mengguncang NTT. Gempa terbesar M6,2 dan aktivitas diprediksi meluruh 2–3 pekan.