Tak Punya Body Scanner, Lapas Narkotika Yogyakarta Hanya Bisa Periksa Barang Bawaan

Nina Atmasari
Nina Atmasari Minggu, 28 Januari 2018 06:20 WIB
Tak Punya Body Scanner, Lapas Narkotika Yogyakarta Hanya Bisa Periksa Barang Bawaan

Lapas butuh alat body scanner untuk memindai tubuh seluruh tahanan

 

Harianjogja.com, SLEMAN- Tewasnya seorang tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA DIY karena diduga menyelundupkan narkoba di dalam tubuhnya menjadi perhatian khusus. Mengantisipasi kejadian serupa Lapas butuh alat body scanner untuk memindai tubuh seluruh tahanan.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=888819">Ini Penyebab Tahanan yang Tewas Setelah Menelan Kotak Berisi Narkoba

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA, Erwedi Supriyanto. Menurutnya body scanner sangat diperlukan untuk mengantisipasi adanya penyelundupan narkoba dengan modus memasukkan ke bagian tubuh. Selama ini kata dia alat yang dimiliki oleh Lapas sangat terbatas, hanya ada X Ray yang hanya dapat mendeteksi barang bawaan.

Dia mengakui meskipun penggeledahan setiap tahanan yang masuk dilakukan dengan ketat. Namun jika ada modus penyelundupan narkoba dengan menelan atau dimasukkan bagian tubuh yang lain bisa jadi tidak terdeteksi.

"Kalau dalam perut susah apalagi belum ada alat body scanner. Kami hanya punya X Ray untuk mendeteksi barang bawaan," kata dia, Jumat (26/1/2018).

Oleh sebab itu memasukkan narkoba ke bagian tubuh menjadi modus terkini yang dilakukan para tahanan. Terbaru  adalah Ferdinan M Islami yang Rabu (24/1/2018) lalu tewas karena diduga menelan bungkusan berisi narkoba. Dan sebelumnya dengan modus serupa juga pernah terungkap pada 2016 silam .

Untuk itu demi mengantisipasi modus serupa pihaknya membutuhkan alat body scanner."Kami butuh alat body scanner. Sehinga nanti jika ada yang memasukkan barang ke tubuh akan terdeteksi," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online