Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Pemkab Sleman akan sosialisasi terkait pengimplementasian website di desa
Harianjogja.com, SLEMAN-Kebutuhan infomasi di era digital mendorong pemerintah desa untuk memiliki website atau situs web resmi. Namun, di Kabupaten Sleman belum semua desa memiliki website.
Kepala Seksi Layanan Infomatika, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman Dedy Dwi Cahyo mengatakan, ada puluhan desa yang belum memiliki website yang memuat infomasi tentang desa. “Dari yang kami data, website yang ada dan aktif itu baru 22 desa dari keseluruhan 86 desa yang ada di Sleman,” kata dia, Minggu (18/2/2018).
Banyaknya desa yang masih belum memiliki website itu dikarenakan masalah yang beragam. Selain masih kurangnya sumber daya manusia (SDM) untuk pengimplementasian teknologi di desa, adapula desa yang belum memprioritaskan pengembangan website karena fokus pada pengembangan teknologi lain.
Dia mencontohkan, seperti di sejumlah desa lebih mengutamakan pengembangan teknologi untuk menunjang sistem keuangan. “Dinas Pengembangan Masyarakat Desa sedang menggencarkan untuk implementasi sistem keuangan desa dan ada juga dari Kementerian Desa untuk membuat program sistem profil desa. Sehingga memang pengembangan website belum diprioritaskan,” ujarnya.
Untuk itu tahun ini pihaknya akan mulai melakukan pendataan dan juga sosialisasi terkait pengimplementasian website di desa. Nantinya dalam pengembangan website desa pihaknya dapat memfasilitasi.
Dedy mengatakan, dari 22 desa yang telah memiliki website tersebut tidak seluruhnya difasilitasi oleh Diskominfo. Selain ada yang sudah menggunakan website sistem infomasi desa (SID), ada sebagian desa yang secara mandiri membuat website atau dibantu mahasiswa yang sedang kuliah kerja nyata (KKN).
Sementara itu Kepala Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Herjuno Wiwoho mengaku sudah sejak tiga tahun terakhir desanya memiliki website sendiri. Website tersebut dalam pembuatannya dibantu dan difasilitasi oleh Diskominfo. Untuk itu pihaknya pun telah mengangkat staf di bidang infomasi teknologi (IT) untuk mengelola website.
Namun, karena memang pengisian staf IT baru saja dilakukan, sehingga proses pembaruan infomasi di dalam website masih belum optimal. Dan saat ini penyempurnakaan pun terus dilakukan. “Kami sedang melakukan penyempurnaan untuk update data desa dan monografi desa,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
APINDO bersama mitra memperkuat ekosistem UMKM Yogyakarta melalui kolaborasi lintas sektor, akses pasar, peningkatan kapasitas, dan kemitraan berkelanjutan.
Data kependudukan yang akurat tidak hanya dibutuhkan untuk administrasi, tetapi menjadi dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pemerintah.
As roda belakang Omoda 5 terlepas di Malaysia dan viral. Chery Indonesia menunggu hasil investigasi Chery Malaysia terkait penyebabnya.
Veda Ega Pratama berada di peringkat 8 klasemen Moto3 2026 dengan 105 poin. Ia hanya tertinggal dari Hakim Danish jelang Mandalika.
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.