Prakiraan Cuaca 23 September: DIY Belum Ada Tanda-tanda Hujan, Suhu Tembus 33 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
USBN serentak untuk cegah kebocoran soal.
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY memastikan penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan digelar secara bersamaan pada setiap jenjang pendidikan. Pelaksanaan serentak itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kebocoran soal, mengingat 25% soal USBN berasal dari Pusat sehingga memiliki kesamaan setiap sekolah.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah terkait pelaksanaan USBN. Telah disepakati pelaksanaan USBN akan dilaksanakan secara bersamaan, mengingat 25% soal USBN berasal dari Kemendikbud. Supaya ada kerahasiaan soal agar tidak bocor maka disepakati USBN di setiap jenjang pendidikan dilaksanakan bersamaan.
"Misal seluruh SMA di DIY melaksanakan secara bersamaan, SD juga menggelar bersamaan, untuk menjaga kerahasiaan soal," terangnya kepada Harianjogja.com, Senin (19/2/2018).
Pelaksanaan ujian sekolah digelar secara bersamaan ini merupakan kali pertama digelar. Sebelumnya seperti Ujian Sekolah/Madrasah (USM) sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Meski demikian belum ditentukan waktu pelaksanaan USBN baik di jenjang SD, SMP maupun SMA, tetapi ia memastikan akan digelar setelah terselenggaranya UNBK. Guna menentukan jadwal pelaksanaan, pihaknya sudah menugaskan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk bermufakat menentukan waktu. "Nanti sesuai hasil musyawarah tersebut, akan kami akan buat surat edaran ke semua sekolah untuk bisa dipedomani sebagai jadwal," ungkap Aji.
Ia menambahkan, kisi-kisi USBN berasal dari Pusat, dengan komposisi soal sebanyak 25% dari pusat dan 75% disusun oleh guru masing-masing sekolah. Adapun kisi-kisi yang belum disiapkan pusat akan dipersiapkan oleh tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam rangka membuat soal.
Khusus untuk soal dari sekolah diinstruksikan agar ada komposisi esai sederhana dengan tipe jawaban yang tidak membutuhkan kertas terlalu banyak. Dinas memberikan kewenangan penuh kepada sekolah untuk meramu soal essay karena proses koreksi sepenuhnya disderahkan kepada sekolah. Adapun soal dari pusat akan didominasi pilihan ganda. Untuk menggabungkan soal dari pusat dengan soal buatan guru sekolah, lanjut Aji, lebih dahulu guru mengirimkan soal yang sudah disusun ke MKKS. Kemudian digabung oleh MKKS guna dicetak dan didistribusikan ke tiap sekolah. "Setiap sekolah boleh membuat soal sendiri-sendiri, yang sama hanya 25%, makanya harus bersamaan," imbuh dia.
Aji membebaskan basis pelaksanaan USBN, sehingga sekolah dapat menyelenggarakan dengan berbasis komputer, namun jika fasilitas terbatas diperbolehkan menggelar secara manual atau kertas, sekolah dapat menggandakan soal sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten