Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Di tiap petak, paling tidak ada 10 liang
Harianjogja.com, SLEMAN-Tikus menjadi hama yang sangat merepotkan petani. Berbagai cara ditempuh untuk mengendalikan serangan binatang pengerat, tetapi tak selalu mempan. Di Godean, Sleman, gropyokan berhadiah Rp5.000 per ekor tikus dan bom asap di liang tikus tak mampu melindungi sawah dari serbuan hewan bernama latin Rattus argentiventer.
Ketika Matahari mulai lindap di Desa Sidomoyo, Godean, Sleman, tikus-tikus keluar dari liang. Sasaran utama mereka adalah malai pada batang padi yang menguning. Setelah marem mengerat butir padi, binatang mengerat itu kembali lubang kecil untuk bersembunyi. Di tiap petak, paling tidak ada 10 liang. Saat musim hujan, lubang kecil itu ramai oleh hewan pengerat. Petani sibuk, jengkel, kadang menggerutu, dan akhirnya tekor.
Mereka yang bercocok tanam padi Sidomoyo sudah hafal betul perangai makhluk satu ini. Mulai tahun 2000-an awal sudah ada serangan tikus.
Menurut Sujari, Ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Dusun Dukuh, Desa Sidomoyo, serangan tikus mulai banyak pada awal 2000-an. Petani mencoba berbagai cara untuk menangkalnya, mulai dari gropyokan atau menangkap tikus ramai-ramai sampai menyumpal bibir liang menggunakan mercon yang didapat dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman.
“Terkadang, sepekan sekali meledakkan mercon di sawah,” ucap dia, Senin (12/3/2018).
Satu bungkus petasan biasanya berisi sepuluh batang. Setelah sumbu disulut, peledak dengan daya rendah itu dimasukkan ke tiap lubang. Setelah mercon menjebluk, asap akan memenuhi rongga-rongga liang. Sujari dan petani-petani di Sidomoyo kemudian menutup lubang dengan tanah agar tikus terperangkap di liang, keracunan asap, mati, dan tak lagi mengerat untaian malai.
Sekali mercon meladak, ujar Sujari, lima sampai sepuluh tikus koit. “Tidak hanya tikus, kadang ular juga ikut mati.”
Tahun lalu, petani memakai mercon yang menggelegar saat meledak. Namun, hasilnya kurang ampuh dan sekarang Dinas Pertanian, Pangan, dan perikanan Sleman memberikan petasan beruap, mirip dengan bom asap.
“Tidak ada bunyi ledakan, hanya asap. Lubang akan penuh asap, nanti asap keluar, lubangnya ditutup, apa saja yang ada di dalam akan mati,” ujar Sujari.
Sebelum memakai bom asap, petani Sidomoyo memakai racun tikus. Tiap kelompok tani mendapat pasokan racun tikus dari pemerintah desa dan kecamatan. Tetapi racun itu tidak mempan. “Masih banyak padi yang dimakan tikus.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.