Kemensos Libatkan 902 Taruna TNI dan Akpol untuk Sekolah Rakyat
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Penipu catut pimpinan UII, minta Rp39 juta.
Harianjogja.com, SLEMAN-- Sejumlah orang tidak bertanggungjawab mulai memanfaatkan momentum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan mencatut pimpinan perguruan tinggi tersebut dengan meminta sejumlah uang. Pihak UII memastikan, segala bentuk proses seleksi PMB dilakukan secara transparan tanpa dipungut biaya. Jika ada proses PMB tidak sesuai ketentuan, hal itu merupakan tindakan orang tidak bertanggungjawab alias penipuan.
Pelaku penipuan menyasar pelajar SMA yang akan mendaftar ke perguruan tinggi. Salah satunya mencatur pimpinan UII dengan meminta transfer uang Rp39 juga sebagai syarat untuk dibantu bisa diterima UII. Saat dimintai konfirmasi Direktur Humas UII Karina Utami Dewi membenarkan adanya laporan tersebut. Beberapa laporan bahkan mencatut nama Wakil Rektor I UII Ilya Fahar Maharika.
"Ya [pelaku meminta uang Rp39 juta] sudah ada beberapa kami temukan laporan mencatut nama Pak Ilya [Fajar Maharika]," ungkapnya, Selasa (13/3/2018).
Karina mengatakan, pihaknya belum fokus melakukan pendataan terhadap jumlah laporan. Akantetapi, ia memastikan jumlah pelapor sudah lebih dari satu. Sehingga saat ini pihaknya berupaya melakukan komunikasi dengan kepolisian untuk melakukan tindakan upaya penipuan tersebut. "Kami belu. fokus di jumlah laporan, pada dasarnya semua laporan yg masuk ditindaklanjuti dan saat ini fokus UII adalah intensifikasi komunikasi dengan pihak berwajib," tegasnya.
Ketua PMB UII Arief Rachman menegaskan, proses Seleksi dan registrasi PMB UII tidak pernah diberitahukan melalui ponsel, apalagi mengatasnamakan pimpinan dengan meminta transaksi keuangan dengan tujuan nomor rekening atas nama pribadi. Pembayaran pendaftaran dan registrasi calon mahasiswa baru UII tidak melalui nomor rekening. Guna menindaklanjuti adanya laporan penipuan terhadap calon mahasiswa yang mengatasnamakan pimpinan UII atau Panitia PMB UII, pihaknya telah membentuk tim investigasi bekerja sama dengan kepolisian.
"UII mendorong semua pihak yang menemukan indikasi penipuan ini untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian. Kami menilai upaya atau cara yang dilakukan oleh oknum tersebut telah menciderai muruah dunia pendidikan," tegasnya.
Calon pendaftar, lanjutnya, harus mengetahui bentuk penipuan antara lain, jika ada pihak yang menghubungi melalui ponsel dengan mengaku mendapatkan jatah kepengurusan rektor, memiliki kuota kursi bagi mahasiswa baru dan mengaku mendapatkan tempat, menggantikan calon mahasiswa yang melakukan undur diri. Selain itu, kata dia, bentuk penipuan lain seperti, menawarkan penelepon bisa membantu meluluskan sebagai calon mahasiswa baru ke UII.
"Seperti minta melakukan transfer ke nomor rekening tertentu baik sebelum ataupun setelah dinyatakan diterima, lalu menyampaikan surat keputusan rektor palsu dan menginformasikan pembayaran
registrasi pertama dapat diangsur sesuai dengan kemampuan. Nah itu semua modus penipuan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Qatar akan mengirim delegasi seni ke Jogja pada Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-Qatar sekaligus membahas kerja sama budaya
BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,45 juta hingga Juni 2026, menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Komdigi akan memanggil YouTube setelah menemukan konten promosi vape yang melibatkan anak di bawah umur dan diduga melanggar aturan
PSS Sleman menggelar Launching Team, Jersey Reveal, dan laga uji coba melawan Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo pada 8 Agustus 2026