Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman mengadakan bimbingan dan teknis (bimtek) jurnalistik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman mengadakan bimbingan dan teknis (bimtek) jurnalistik untuk sejumlah tenaga kesehatan. Mereka dibekali ilmu jurnalistik agar dapat menyampaikan informasi tentang kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Bambang Suharjana mengatakan ilmu jurnalistik penting bagi tenaga kesehatan. Pasalnya dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan dibutuhkan kemampuan untuk menulis yang baik.
Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan Diskominfo Sleman mengadakan bimtek jurnalistik bagi para tenaga kesehatan. “Kami mengundang sejumlah perwakilan dari Puskesmas dan juga staf di Dinkes untuk mengikuti bimtek ini,” kata dia saat ikut menghadiri Bimtek di Rumah Makan Pecel Blora, Kecamatan Sleman, Rabu (14/3/2018).
Dengan adanya bimtek ini maka diharapkan para tenaga kesehatan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih memang selama ini sudah ada media khusus yakni majalah kesehatan ‘Jendela Husada’ yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Dinkes.
Selain itu sejumlah Puskesmas juga sudah memiliki laman resmi yang dapat digunakan sebagai media menuangkan karya jurnalistik.
“Harapannya lebih banyak artikel atau berita yang masuk untuk majalah. Dan website Puskesmas agar lebih aktif lagi,” kata Bambang yang juga merupakan pemimpin redaksi majalan Jendela Husada itu.
Sementara itu pengisi materi jurnalistik, Staf Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Diskominfo Sleman, Agastya Dedy Kusuma menyampaikan materi tentang penulisan berita. Dalam materinya dia fokus tentang teknik dasar dalam penulisan berita, seperti penentuan isu dan judul berita.
Menurutnya teknik dasar membuat berita harus dikuasai oleh tenaga kesehatan. “Ini penting karena mereka petugas kesehatan berkewajiban membuat promosi kesehatan untuk dipublikasikan,” kata dia.
Lanjutnya lagi selain menyampaikan terkiat teknik penulisan berita. Dia juga menyinggung terkait dengan berita foto. Hal ini menurutnya juga penting untuk lebih mengasah kemampuan para tenaga kesehatan dalam mengambil gambar menjadi sebuah berita.
“Paling tidak dengan alat sederhana yang mereka miliki seperti kamera ponsel, mereka bisa memanfaatkannya untuk mengambil gambar yang memiliki nilai berita atau informasi bagi orang lain,” kata Agastya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
FIFA umumkan hadiah Piala Dunia 2026 tembus Rp11,66 triliun, juara mendapat Rp890 miliar dan semua tim dijamin miliaran rupiah.
Studi JATO Dynamics ungkap mobil hybrid butuh jarak jauh untuk balik modal, dipengaruhi harga BBM dan selisih harga beli.
Enzo Maresca resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Manchester City menggantikan Pep Guardiola dengan kontrak tiga tahun. Siap pimpin era baru The Citizens.
12 dampak kesehatan konsumsi santan berlebihan, mulai dari kolesterol hingga obesitas, serta cara aman menikmatinya.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.