Koordinator Lapangan Petugas Monitoring Waduk Sermo, Novika Prabowo, menunjukkan kondisi Waduk Sermo, Senin (2/4).Harian Jogja/Beny Prasetyay
Harianjogja.com, KULONPROGO—Setiap tahun, sedimentasi di Waduk Sermo bertambah sekitar 200.000 meter kubik. Penelitian yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) pada 2016, waduk yang berusia 22 tahun itu mengalami pendangkalan sebesar lima juta meter kubik. Akibatnya, waduk yang seharusnya dapat menampung air 25 juta meter kubik hanya mampu menampung 20 juta meter kubik.
Koordinator Lapangan Petugas Monitoring Waduk Sermo, Novika Prabowo, mengungkapkan setiap tahun sedimentasi di Waduk Sermo terus bertambah. Akibatnya, sejak 2013 waduk yang berlokasi di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap ini kehilangan seperlima daya tampung. Sedimentasi terus meningkat seiring kian maraknya praktik penambangan di hulu sungai yang mengalir ke Waduk Sermo. "Sejak 2013 sudah diteliti dan hasilnya sedimentasi sudah mencapai sekitar lima juta meter kubik," katanya, Senin (3/4/2018).
Saat ini, BBWSO terus berupaya memaksimalkan fungsi sembilan cekdam yang ada. Cekdam yang berada di hulu sungai itu diupayakan dapat menahan sedimentasi yang terbawa aliran air. "Pengerukan selalu dilakukan secara rutin di sejumlah cekdam," ujarnya.
Kepala BBWSSO, Tri Bayu Aji, mengungkapkan jajarannya meneliti sedimentasi di Waduk Sermo secara periodik. Meski tingkat sedimentasi cukup tinggi, dia menilai status Waduk Sermo masih aman dan normal.“Sedimentasi di Waduk Sermo masih di bawah ambang batas. Ada beberapa hal yang akan kami lakukan untuk mengendalikan sedimentasi, di antaranya dengan membangun dan memaksimalkan fungsi cekdam,” kata Tri Bayu Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.