Peta Rawan Longsor di Area Penambangan Mulai Disusun

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 03 April 2018 19:20 WIB
Peta Rawan Longsor di Area Penambangan Mulai Disusun

Sejumlah orang sedang melakukan evakuasi truk yang tertimbun material longsor lereng Merapi, Senin (2/4/2018)/Harian Jogja-Irwan A Syambudi

Harianjogja.com, JOGJA-Selain akan mengevaluasi, Balai Pengawasan Pengendalian Pertambangan (BP3) ESDM DIY juga akan membuat peta rawan longsor di area pertambangan. Peta tersebut akan dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan ke depan.
Kepala BP3-ESDM DIY Agung Satrio mengatakan evaluasi yang dilakukan tidak hanya terkait pengelola penambangan CV Sari Mulia di Kali Gendol, Kali Tengah, Glagaharjo Cangkringan. "Tidak hanya Sari Mulia kami rencanakan evaluasi dengan (penambangan) yang lainnya juga. Seluruhnya," kata Agung kepada Harianjogja.com, Selasa (3/4).
Sayangnya, kata Agung, BP3-ESDM DIY sampai saat ini belum memiliki data potensi longsor tebing seluruh area pertambangan di DIY. BP3-ESDM DIY, kata Agung, hanya memberi peringatan kepada seluruh penambang agar kegiatan penambangan dilakukan minimal 30 meter dari tebing. "Kami akan membuat peta potensi longsor. Dimulai pekan ini. Kami lebih dulu akan mencari data-data rawan longsor yang mungkin pernah dibuat institusi terkait,"
katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Senin (2/4) tebing penambangan setinggi 20 meter longsor di area penambangan Kali Gendol Kali Tengah Glagaharjo Cangkringan. Peristiwa itu menyebabkan dua korban meninggal dunia, dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. Tidak hanya itu, lima truk dan satu sepeda motor rusak akibat tertimpa material tambang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online