Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri berfoto bersama dengan sejumlah perwakilan klub dan suporter saat melakukan pertemuan di Polda DIY, Kamis (19/4/2018). /Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejarah perselisihan suporter di DIY sudah berlangsung sejak lama, khususnya antara kubu PSS Sleman dan PSIM. Untuk itu Polda DIY bakal mendamaikan keduanya yang nantinya akan saling bertemu di ajang Liga Indonesia 2.
Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan salah satu upaya agar suasana kompetisi sepak bola tetap aman dan kondusif, pihaknya menggelar pertemuan dengan para suporter dan perwakilan klub untuk membuat komitmen bersama. Masing-masing perwakilan diminta untuk mengikrarkan diri agar menjaga keamanan dan kondusifitas selama pertandingan Liga Indonesia 2.
“Liga Indonesia 2 akan segera dimulai dan ada beberapa klub yang akan main di DIY. Terlebih lagi ada yang nanti main derby antara PSIM dan PPS Sleman. Kita tahu bersama dalam sejarahnya terutama suporternya selalu gontok-gontokan, oleh karena itu kita berupaya untuk Liga Indonesia 2 ini mereka kita akurkan,” kata dia, Kamis (19/4/2018).
Lanjutnya lagi selama ini masyarakat masih dibuat was-was dengan aksi permusuhan antar suporter. Oleh karena itu agar tidak ada lagi kerusahan di stadion ataupun penghadangan di tengah jalan, maka pihaknya melakukan upaya preventif dengan mengundang perwakilan klub dan suporter.
Para perwakilan dari suporter selain diminta melakukan ikrar untuk menjaga keamanan juga didata identitas dan kontak masing-masing. Hal ini menurut Dofiri sebagai upaya untuk menjaga komunikasi antar pihak keamanan dan suporter berjalan baik.
“Jangan sampai ngomong ada yang di hadang misalnya di Jalan Godean, tapi ternyata tidak ada. Jangan sampai seperti itu, makannya kalau ada kontaknya masing-masing akan bisa memberikan informasi dengan akurat,” ujarnya.
Di sisi lain terkait dengan izin pertandingan, hal itu berada di tangan panitia pelakasana (Panpel). “Cuma dari sisi keamanan kami akan memberikan pertimbangan, kalau ribut terus nanti seperti apa. Kita akan memberikan masukan,” kata dia.
Namun demikian pada intinya, Polda DIY siap mengamankan seluruh laga baik Liga Indonesia 1 atau 2 yang berlangsung di DIY. Termasuk jika ada kelompok suporter yang merasa tidak aman saat melintas atau berada di titik tertentu, pihaknya akan siap untuk memberikan pengamanan.
Sementara itu, Manajer PSS Sleman, Sismantoro yang hadir dalam acara tersebut mengatakan komunikasi antar suporter dan juga pihak kemananan memang penting untuk dilakukan. Hal ini demi menjaga stabilitas keamanan di DIY agar tetap kondusif.
"Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami akan upayakan untuk terus membangun komunikasi [dengan tim-tim lain]. InsyaAllah tidak ada [permusuhan dengan suporter tim lain],” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.