Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Peserta SBMPTN berkerumun di kawasan UGM. /Harian Jogja-Meigitaria Sanita
Harianjogja.com, JOGJA– Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah berlangsung hari Selasa (8/5/2018).
Beberapa peserta yang mengikuti tes mengeluhkan soal-soal yang diujikan lebih sulit dan ada beberapa soal yang belum pernah ada di soal latihan. Rata-rata mereka hanya menjawab 50% dari seluruh soal.
SBMPTN merupakan tes tertulis dengan peminat paling banyak dibanding dengan jalur lainnya, selain persaingan yang cukup ketat juga tingkat kesulitan soal dianggap menjadi tantangan bagi pesertanya.
Hal tersebut dikeluhkan oleh beberapa peserta yang mengikuti tes di wilayah Panlok 46 Jogja. Salah satunya Rona Tama Maulidia dari SMA 1 Wonosobo yang mengambil jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Diponegoro dan Teknologi Pangan di UNS.
“Soalnya lebih susah, sepertinya agak jauh dibanding latihan soal tahun lalu kalau ini baca soalnya aja sudah bingung," katanya, kepada Harianjogja.com.
Pendaftar yang mengikuti ujian di UGM itu mengaku hanya bisa mengerjakan separuh dari seluruh soal yang diujikan. Bahkan ada soal yang tidak ia jawab karena tidak bisa mengerjakannya.
"Belum selesai semua, dan bingung sistem penilaiannya, soalnya ada yang bilang kalau misalkan salah nilainya nol, tapi ada yang bilang kalau salahnya banyak nanti bisa mengurangi nilai juga," tambahnya.
Senada dengan Rona yang berasal dari sekolah formal, Muhammad Hasyim Azhari yang memilih jurusan Ilmu Komputer UGM, peserta asal Situbondo yang menjalani Home Schooling, juga mengeluhkan sulitnya soal yang telah dikerjakan.
“Lumayan sulit, bisa dibilang sulit bisa dibilang engga, tapi lebih sulit ini dibanding latihan. Dan hanya jawab 50 persen, TPA lumayan menantang bisa jawab mungkin 75%. Tapi saya merasa lebih susah TPA,” ungkapnya.
Walaupun sudah sering latihan dan menjalani bimbel (bimbingan belajar), tetap saja soal SBMPTN tidak mudah untuk dikerjakan. Hal tersebut dialami oleh dua peserta asal SMA 5 Bengkulu yang sudah mulai tinggal di Jogja selama 25 hari untuk mengikuti bimbel demi persiapan SBMPTN.
Ahmad Nurkihsan dan Meisella Hardianti, mereka yang rela mengikuti bimbel di Jogja nyatanya masih kesulitan mengerjakan soal SBMPTN.
“Yang bikin sulit soal-soal baru yang tidak pernah diajarkan. Kalau TPA karena aku agak lemah di gambar-gambar kalau yang lain sebenarnya tidak masalah sebenarnya," ungkap Ahmad Nurikhsan.
Sama halnya dengan rekannya, Meisella juga tidak yakin sepenuhnya dengan soal yang telah dikerjakan. Dia hanya yakin kemungkinan lolos dengan kemungkinan 55%.
“Soalnya ada beberapa soal yang familiar, sisanya ya susah, kemungkinan lolos 55%," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.