Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Warga mencicipi miedes dalam Festival Miedes 2018 di Dusun Tulung, Srihardono, Pundong, Rabu (10/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Pemerintah Kecamatan Pundong puas dengan penyelenggaraan Festival Miedes 2018 di Dusun Tulung, Desa Srihardono, Rabu (9/5/2018). Rencananya agenda ini akan menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tahun.
Camat Pundong Sri Umayati mengatakan penyelenggaraan Festival Miedes merupakan bagian dari kegiatan Pundong Expo 2018. Menurut dia, festival ini baru pertama kali digelar dan pelaksanannya memuaskan karena berjalan dengan lancar.
“Ada 2018 bungkus miedes yang dibagikan. Saya sangat senang karena warga antusias mengikuti kegiatan ini hingga selesai,” kata Sri Umayati, kemarin.
Menurut dia, di dalam festival selain pembagian dan makan bersama, juga dilaksanakan peresmian rumah produksi dan kios miedes yang berhasil dibangun berkat bantuan progam percepatan penanggulangan kemiskinan yang dimiliki Pemerintah Pusat. “Untuk rumah produksi bangunan sudah jadi tapi masih butuh peralatan untuk memproduksi miedes,” katanya.
Sri Umayati menambahkan Festival Miedes akan menjadi agenda rutin di Kecamatan Pundong. Tujuan festival bukan semata-mata untuk memperkenalkan produk makanan lokal, tetapi diharapkan dapat membantu pengentasan kemiskinan di wilayah Pundong.
Menurut dia, tingkat kemiskinan di Pundong masih tinggi. Dari 17 kecamatan di Bantul, Pundong masih menduduki peringkat dua terbawah dengan jumlah warga miskin terbanyak.
“Harapannya dengan kegiatan ini bisa menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi perajin mi sehingga dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, Festival Miedes akan rutin digelar setiap tahun,” katanya lagi.
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyambut baik pelaksanaan Festival Miedes di Dusun Tulung, Srihardono, Pundong. Menurut dia, penyelenggaraan festival ini tepat karena berbasis potensi lokal yang dimiliki. “Dari dulu Pundong dikenal dengan penghasil miedes, jadi makanan lokal ini harus terus dikembangkan,” katanya.
Halim menambahkan banyak manfaat yang diperloleh dari penyelenggaraan Festival Miedes. Namun yang paling penting, selain membantu para perajin memasarkan hasil olahannya, kegiatan ini juga sebagai ajang promosi potensi makanan lokal di masyarakat. “Kami sangat mendukung, apalagi basis di Bantul merupakan ekonomi kreatif dan kuliner. Jadi potensi ini harus terus dikembangkan karena memiliki nilai manfaat yang baik bagi warga,” katanya.
Miedes merupakan makanan yang terbuat dari mi. Namun mi yang dibuat berbeda dengan mi lain karena menggunakan tepung ketela sehingga tekstur yang dimiliki lebih kenyal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Survei Coursera 2026 menunjukkan 97 persen perusahaan di Indonesia kini lebih mengutamakan keterampilan dibanding ijazah dalam merekrut karyawan entry level.
Nissan Leaf Nismo resmi meluncur di Jepang dengan fokus pada handling dan desain sporty, bukan peningkatan tenaga. Cek spesifikasi lengkapnya!
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Maroko menamai jalan raya sepanjang 1.055 kilometer dengan nama Donald Trump. Langkah ini dinilai menjadi simbol kuat hubungan diplomatik AS dan Maroko terkait
Peretas curi 30 TB data militer dari IMCO, pemasok tank Merkava Israel. Dokumen sensitif dan cetak biru senjata diduga bocor dalam serangan siber ini.