Profil Destry Damayanti, Calon Gubernur BI Pilihan Prabowo
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.
Ilustrasi wisuda mahasiswa. (Reuters/Fabian Bimmer)
Harianjogja.com, SLEMAN—Kompetensi lulusan perguruan tinggi bidang ilmu pembiayaan dinilai belum dapat memenuhi kebutuhan industri. Perguruan tinggi harus menciptakan kurikulum ekonomi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri pembiayaan.
Chief Human Capital WOM Finance Ekanto Wijono Sunu menegaskan jumlah pengangguran faktanya memang tinggi. Namun, kenyataan lulusan perguruan tinggi kadang belum memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, salah satu yang dia rasakan terjadi di industri pembiayaan. Industri pembiayaan padahal membutuhkan orang yang berkualitas dan memiliki kompetensi di bidangnya.
“Kadang sedih, mencari orang saja susah padahal pengangguran tinggi. Kenapa? Karena kompetensi [lulusan] itu enggak sesuai dengan yang dibutuhkan dunia kerja,” ucapnya saat menjadi pemateri Kuliah Umum Literasi Keuangan di STIE YKPN, Depok, Sleman, Senin (14/5/2018).
Ekanto meyakini mahasiswa sangat membutuhkan pendampingan pengetahuan terkait dengan literasi keuangan karena tidak semuanya bisa didapatkan di bangku kuliah. Wawasan literasi keuangan itu dapat memperkecil kesenjangan antara persoalan kompetensi yang dimiliki lulusan dengan industri. Selain itu, mahasiswa era saat ini lebih banyak bersifat instan, ketika bekerja selalu ingin dengan tanpa beban namun enggan melalui proses panjang seperti memulai karir dari bawah.
“Mahasiswa perlu diberikan pemahaman industri keuangan agar membuka mereka berkarir dengan pemahaman industri keuangan secara bena, supaya tertarik untuk masuk di industri keuangan ini. Dalam pasar global, orang yang bisa memenangi sektor finansial inilah, yang akan jadi jago di market,” tuturnya.
Dosen Prodi Manajemen STIE YKPN Yogyakarta Bambang Setia Wibowo mengakui pentingnya kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki lulusan dan kebutuhan industri. Karena itu, sebagai kampus yang fokus di bidang ekonomi, pihaknya banyak bekerja sama dengan industri pembiayaan, salah satunya bersama Wom Finance menggelar kuliah umum literasi keuangan.
Tujuannya agar mahasiswa memiliki kompetensi sesuai bidangnya serta tidak melepas begitu saja para lulusan yang sudah diwisuda. Mahasiswa perlu diberi pendampingan, pembekalan serta magang kerja di berbagai tempat sampai pada diajari cara melamar kerja sekaligus mendatangkan perusahaan ke kampus.
Setiap tahun STIE YKPN meluluskan sekitar 800 orang bidang ilmu pembiayaan. Rata-rata masa tunggu bekerja lulusan sekitar 2,7 bulan setelah diwisuda. Bambang tidak menampik adanya beberapa lulusan yang kadang sudah diberikan rekomendasi dari kampus untuk bisa diterima di suatu perusahaan, namun justru tidak diambil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.