Kemacetan Jogja Jadi Masalah saat Lebaran

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Kamis, 07 Juni 2018 05:50 WIB
Kemacetan Jogja Jadi Masalah saat Lebaran

Gubernur DIY, Sultan HB X meninjau kesiapan pasukan saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Progo 2018, di Polda DIY, Rabu (6/6/2018)./Harian Jogja-Irwan A. Syambudi

Harianjogja.com, SLEMAN— Persoalan kemacetan, kriminalitas dan potensi terorisme menjadi masalah yang harus diwaspadai saat Lebaran.

Jelang Hari Raya Idul Fitri sejumlah perisapan dilakukan pemerintah untuk memastikan perayaan lancar.

Gubernur DIY, Sultan HB X usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Progo 2018, di Polda DIY, Rabu (6/6/2018) mengatakan ada beberapa hal yang perlu diwaspadai jelang Lebaran. Di antaranya adalah kemacetan yang terjadi akibat arus mudik dan juga wisatawan, serta aksi kriminalitas yang masih kerap terjadi. Selain aksi kriminalitas, pihak kepolisian juga diminta agar tetap mewaspadai adanya aksi terorisme.

“Saya kira kalau kriminalitas itu perlu tetap diwaspadai karena itu masih akan terjadi, hanya bagaimana warga masyarakat, harapan saya tidak lengah ya. Karena bawa motor juga bisa dipakai kunci palsu, jadi yang penting mereka hati-hati, ujarnya, Rabu (6/6/2018).

Kemudian perihal kerawanan kemacetan pada musim Lebaran juga perlu diwaspadai. Untuk itu pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi untuk mengatasi adanya kemacetan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Gubernur pun sudah mengkoordinasikan seluruh kabupaten dan kota di DIY agar segera memasang rambu-rambu petunjuk jalan alternatif. Hal ini dinilai penting untuk dapat menjadi petunjuk bagi warga luar DIY yang belum tentu tahu jalan alternatif.

Dengan adanya petunjuk maka pengguna jalan jadi tahu kalau masuk dari DIY lewat Prambanan tidak mesti harus ke Jalan Solo. Akan tetapi bisa ke kiri dan ke kanan, kalau ke kiri ke Bantul dan ke kanan ke Sleman.

“Rata-rata di daerah tingkat II [kabupaten/kota] kalau jalan alternatif belum dipasangi rambu, kelihatannya yang di Sleman petunjuk-petunjuk itu dilakukan. Semoga saja suasana kemacetan itu bisa kita urai. Tidak hanya pada jalur utama, tapi juga pada saat mau masuk ke Jogja, sehingga kondisi di kota tidak terlalu padat," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan untuk antisipasi kemacetan arus lalu lintas akan difokuskan pada jalur-jalur wisata. Pasalnya kecenderungan di DIY, kemacetan terjadi saat selesai Lebaran. Tempat-tempat wisata dipadati pengunjung yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata.

“Semua tempat baik di Sleman, Gunungungkidul, Bantul, Kulonprogo, termasuk di Kota Jogja itu ada objek wisata yang dikunjungi sehingga akan menjadi fokus perhatian kami, termasuk di Pantai,” kata Dofiri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online