Platform 1Lisensi Buka Akses Legal Master Rekaman untuk Pelaku Usaha
Satu Lisensi hadir sebagai platform B2B yang menyediakan akses legal master rekaman untuk kebutuhan komersial dengan lebih dari 7,7 juta metadata lagu.
Ilustrasi kampanye atau ceramah./nukltimedia.journalism.berkeley.edu
Harianjogja.com, JOGJA – Khotib yang bertugas memberikan ceramah dalam Salat Idulfitri harus menghindari konten yang berbau politik praktis. Khotib disarankan tidak menyingung atau mengarahkan isi ceramahnya untuk memilih atau membela pada sosok tertentu.
Wakil Ketua Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) DIY Cholid Mahmud menjelaskan, inti seseorang berceramah harus berfikir untuk kebaikan masyarakat, sehingga pada asalnya tidak ada orang berceramah dengan menghujat. Khutbah harus dijadikan sebagai suatu ibadah sakral yang tidak berbau ujaran kebencian terhadap suatu golongan. “Saya berasumsi sebenarnya tidak ada orang berceramah itu mengajak pada ujaran kebencian, harus berfikir untuk kebaikan masyarakat,” tegasnya, Selasa (12/6/2018).
Terkait jika ada khotib yang menyinggung soal politik, Cholid lebih sepakat dengan fatwa MUI. Bahwa politik merupakan bagian dari ajaran Islam, sedangkan yang tidak boleh ada memasukkan bumbu politik praktis di dalam ceramah.
Seperti mengajak jemaah untuk memilih seseorang dan tidak memilih seseorang, jadi mutlak harus dihindari karena itu politik praktis. Hanya saja politik secara umum yang diperbolehkan ada seperti membangun kesadaran masyarakat untuk kritis, memilih orang yang baik.
“Sesuai dengan fatwa MUI saja, politik sebenarnya bagian tidak terpisah dari masyarakat termasuk Islam. Cuma kalau di forum khutbah tidak boleh politik praktis,” ungkapnya.
Anggota DPD RI ini menambahkan, selain itu khotib sebaiknya tidak mengambil contoh secara langsung tentang sosok yang sedang kontroversial di tengah masyarakat. Karena dikhawatirkan dapat memunculkan persoalan baru karena adanya jamaah yang setuju atau tidak setuju dengan isi yang disampaikan. “Saya sepakat harus dihindari menyebut merek atau nama seseorang. Tetapi membangun kesadaran politik masyarakat itu boleh, karena proses mengambil kebijakan itu kan politik juga,” kata dia.
Kepala Kemenag DIY Luthfi Hamid menyatakan, pihaknya tidak secara khusus melakukan pemantauan terhadap khotib yang bertugas di salat Idulfitri. Tetapi, pihaknya tidak melarang Kemenag Gunungkidul yang melakukan pemantauan karena pada tahun sebelumnya sempat terjadi kontroversi di tengah masyarakat.
Namun pihaknya tetap memberikan rambu-rambu kepada khotib, antara lain, tidak menyebarkan ujaran kebencian yang mengarah pada provokasi massa untuk benci terhadap seseorang, kelompok tertentu. Serta konten berada dalam wasiat takwa, kaidah tata cara pembacaan khutbah seperti pujian terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa, baca shalawat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu Lisensi hadir sebagai platform B2B yang menyediakan akses legal master rekaman untuk kebutuhan komersial dengan lebih dari 7,7 juta metadata lagu.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Manchester City menang 5-3 atas Sunderland pada pekan kelima Liga Inggris 2026/27. Semenyo cetak dua gol, Brobbey hattrick.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Basarnas menggunakan ROV untuk memetakan bagian dalam KM Virgo Transport 8 sebelum penyelam melanjutkan pencarian 125 korban yang belum ditemukan.
Atletico Madrid menang 2-1 atas Real Madrid dalam Derby Madrileno. Kartu merah Dean Huijsen mengubah jalannya laga dan posisi klasemen La Liga.