Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi Pemilu 2019/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah partai politik (parpol) di Bantul akan mengkaji hasil penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2019 oleh KPU. Kajian dilakukan untuk memastikan tidak ada calon pemilih yang tercecer sehingga pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan lancar.
Sekretaris DPD PAN Bantul Damba Aktivis mengatakan keberadaan pemilih merupakan hal krusial dalam pemilu. Pasalnya, jika terjadi permasalahan dapat berpengaruh terhadap tahapan lain dalam pemilu.
Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya suatu permasalahan, DPD PAN Bantul akan mengkaji DPS yang ditetapkan KPU. Menurut Damba, untuk salinan DPS pihaknya sudah mendapatkan tembusan dari KPU.
“Salinan baru kami terima kemarin [Senin, 18/6/2018] dan belum dibahas secara mendetail di internal partai. Namun yang jelas, kami akan mencermati hasil penetapan DPS yang dilakukan KPU,” kata Damba kepada wartawan, Selasa (19/6/2018).
Dia menjelaskan pencermatan perlu dilakukan untuk memastikan hasil penetapan sesuai dengan kondisi riil di masyarakat. “Untuk saat ini, saya belum bisa berkomentar banyak karena belum mencermati DPS. Namun kami [DPD PAN] akan mengkaji data pemilih di masing-masing kelurahan,” katanya lagi.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan politikus Gerindra yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko. Menurut dia, pihaknya juga akan mengkaji DPS yang ditetapkan KPU Bantul. “Kami akan mencermati sehingga tidak ada pemilih yang tercecer,” katanya.
Miko, sapaan akrabnya menjelaskan, KPU sebagai penyelenggara pemilu wajib mendata setiap warga negara yang telah memenuhi persyaratan untuk menjadi calon pemilih.
“Jika sampai ada yang tercecer bisa menimbulkan masalah. Untuk itu, dalam penetapan harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
AI Overviews Google keliru menyebut kamera Flock Safety mengandung emas hingga Rp12,5 juta. Studi juga menemukan banyak jawaban AI tak akurat.
Kejagung memeriksa pihak Bank Indonesia dalam kasus Febrie Adriansyah untuk mendalami SOP dan mekanisme operasional money changer.
Rencana Depo Nirmala Bantul menjadi TPS 3R masih terkendala persetujuan warga Padokan Kidul. DPRD meminta sosialisasi dan SOP.
Penempatan manajer KDKMP belum dimulai. Sebanyak 29.830 calon manajer telah mengikuti seleksi dan pelatihan.
Z Jerman siap mendukung program PLTS 100 GW Indonesia, tetapi menilai sistem kelistrikan dan SDM perlu diperkuat.