Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Suasana sarasehan bertajuk "Menggali Tuladha Pengamalan Pancasila" di aula Koperasi Gemah Ripah Pasar Induk Buah dan Sayur Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (20/7/2018)./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN-Para pedagang dan akademisi membahas bersama bagaimana nilai-nilai Pancasila selama ini dimaknai dan diamalkan dalam keseharian.
Kepala Pusat Studi Pancasila Heri Santoso yang juga dosen di Fakultas Filsafat UGM mengingatkan Pancasila tidak boleh hanya sekadar menjadi jarkoni atau hanya dihafalkan tetapi juga diamalkan.
"Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi sebagai manusia Indonesia, Pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (21/7/2018).
Dia pun memberi tantangan kepada pedagang pasar, bagaimana sila persila dalam Pancasila diterjemahkan dalam bahasa Jawa. Para pedagang pun berebutan untuk menjawab. Pedagang yang dipilih dan berhasil menerjemahkan lima sila Pancasila dalam bahasa Jawa pun diberi hadiah.
Dalam sarasehan bertajuk "Menggali Tuladha Pengamalan Pancasila" yang digagas Panitia Bersama Bulan Pancasila 2018 itu, banyak juga warga dan pedagang yang bercerita soal lunturnya nilai-nilai Pancasila di masyarakat.
Plt. Kepala BPIP Prof. Hariyono dalam sarasehan itu mengatakan negara melalui BPIP saat ini berfokus mendalami sistem ekonomi Pancasila. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk pengalaman Pancasila karena Indonesia masuk tatanan ekonomi global yang butuh kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak.
Terutama saat masyarakat harus menghadapi serbuan impor sebagai dampak pasar bebas. Adanya koperasi di pasar pasar tradisional bisa menjadi ladang pengamalan nilai Pancasila. Koperasi, katanya, harus terus diaktifkan untuk melindungi masyarakat.
"Koperasi itu soko guru praktek ekonomi Pancasila, harua ada kejujuran di situ, jangan jadi tempat memperkaya pengurus saja seperti masa lalu," ujarnya.
Mantan Rektor UII yang juga anggota Parampara Praja Edy Suandi Hamid dalam sarasehan itu mengatakan Ekonomi Pancasila relevan untuk diterapkan saat ini. "Ekonomi Pancasila harus dikembangkan betul karena menyemaikan sistem ekonomi yang berwatak kekeluargaan, bukan komersial seperti badan usaha lain baik BUMN maupun swasta," ujarnya.
Penggiat Gerakan Rakyat Cinta Pancasila (Gerak Pancasila) Widihasto Wasana Putra mengatakan peserta sarasehan mayoritas para pedagang pasar buah Gamping, pengurus dan anggota koperasi Gemah Ripah serta perwakilan masyarakat sekitar.
Sarasehan ini direncanakan dilaksanakan di setiap kabupaten kota se DIY. Panitia sengaja memilih lokasi penyelenggaraan di tengah-tengah masyarakat dengan harapannya semua pihak dapat langsung berinteraksi dengan dinamika sosial di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru