Satu PNS Mantan Terpidana Korupsi di Kulonprogo Masih Aktif
Semenjak ditetapkannya Undang-undang Tipikor tahun 2009, Kulonprogo memiliki tiga kasus korupsi di lingkungan pegawai negeri sipil. Ketiga kasus tersebut terjadi di tahun 2013 dan 2014.
Pengendara motor melintas di dekat saluran irigasi di Sentolo yang masih kering seperti terlihat Senin (6/8/2018). Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah petani di Kecamatan Sentolo mengeluhkan tak adanya air irigasi untuk memulai masa tanam. Sejak pintu air Saluran Irigasi Induk Kalibawang dibuka pada Rabu (1/8/2018), hingga saat ini aliran aior belum sampai di Sentolo.
Petani di Desa Kaliagung, Kecamatan sentolo, Towo, mengaku masih menunggu instruksi dari pemilik lahan untuk menanam. Pasalnya kondisi ledeng (saluran irigasi) yang menjadi bagian dari Saluran Irigasi Induk Kalibawang belum teraliri air. "Kami masih menunggu air, ledeng belum teraliri air," katanya saat ditemui Senin (6/8/2018).
Pada masa tanam sebelumnya, Towo mengaku harus mengeluarkan tambahan biaya operasional, khususnya untuk bahan bakar mesin pompa air. Saat irigasi dikeringkan, dia mengaku harus menyedot air dari sungai atau dari sumur. "Kami tidak mau kehilangan banyak biaya operasional seperti masa tanam sebelumnya. Kami masih berhitung," katanya.
Petani lainnya, Sastro Wiharjo, warga Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo, mengaku merugi menyusul ditutupnya Saluran Irigasi Induk Kalibawang. Menurutnya, akibat ketiadaan air irigasi, jagung yang dia tanam sebagai pengganti tanaman padi tak membuahkan hasil maksimal. "Kami yang menanam jagung juga tidak untung karena airnya sangat minim ," katanya.
Murjono, petani asal Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo mengaku sebagian besar petani juga enggan menanam bawang merah akibat minimnya pasokan air. "Kami masih menunggu, semoga dalam waktu dekat debit air di Saluran Irigasi Induk Kalibawang diperbesar," katanya.
Petugas Operasional dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Induk Kalibawang, Basito, mengaku saat ini aliran air di Talang Bowong lama hanya sebesar dua meter kubik per detik. Komisi Irigasi Kulonprogo bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) terus mengamati opsi pembukaan pintu air Kalibawang lebih lebar. "Ada rencana untuk pembukaan empat meter kubik atau lebih kalau memungkinkan, kami masih memantau konstruksi jembatan air Talang Bowong," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Semenjak ditetapkannya Undang-undang Tipikor tahun 2009, Kulonprogo memiliki tiga kasus korupsi di lingkungan pegawai negeri sipil. Ketiga kasus tersebut terjadi di tahun 2013 dan 2014.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.