20 Tahun Gempa Jogja, Sekolah di Sesar Opak Diperkuat Hadapi Bencana
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Salah seorang siswa merekam data e-KTP di kompleks Kepatihan, Jogja, Kamis (26/7)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Perekaman data kependudukan bagi pemilih pemula yang dilakukan KPU Jogja diperpanjang. Upaya itu dilakukan untuk menyelamatkan para pemilih pemula yang terancam kehilangan hak pilihnya pada Pemilu 2019.
Menurut Ketua KPU Jogja Wawan Budiyanto menjelaskan salah satu syarat utama menjadi pemilih adalah memiliki e-KTP. Sedangkan dari penelusurannya terdapat 3.668 pemilih di Jogja yang belum mengantongi e-KTP. Hal itu dikarenakan mereka belum melakukan perekaman data kependudukan.
"Pemilih tersebut sebagian besar ialah pemilih pemula atau baru berusia 17 tahun saat pemungutan suara pada 17 April 2019 mendatang. Jangan sampai mereka kehilangan haknya sehingga perlu kita selamatkan," tandasnya, Rabu (15/8/2018).
Upaya untuk menyelamatkan hak pilih tersebut ialah dengan menggulirkan program perekaman data kependudukan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Jogja. Lokasi perekaman data itu disebar di tiap kecamatan serta di kantor KPU Jogja.
Wawan menambahkan, pemilih pemula yang sudah merekam data secara otomatis bisa dimasukkan dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang akan diputuskan pada 21 Agustus 2018. Sedangkan bagi yang melakukan perekaman setelah DPT ditetapkan, mereka tetap bisa menggunakan hak pilih sepanjang mampu menunjukkan e-KTP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.