Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Ilustrasi kebakaran./Reuters
Harianjogja.com, BANTUL – BPBD Bantul mencatat memasuki puncak musim kemarau ancaman kebakaran semakin tinggi. Sejak awal tahun hingga sekarang sudah ada 98 kasus kebakaran.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, potensi kebakaran di wilayah Bantul sangat tinggi. Hal ini terlihat dari kasus kebakaran yang terjadi mencapai 98 titik. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan kejadian di 2017 lalu. “Tahun lalu hingga akhir tahun, kejadiannya kurang dari 90 kasus. Tapi untuk tahun ini baru sampai Agustus sudah ada 98 kasus kebakaran,” kata Dwi kepada wartawan, Jumat (24/8/2018).
Menurut dia, untuk jenis kebakaran terdiri banyak disebabkan karena kelalaian manusia. Sebagai contoh, lanjut Dwi, untuk kasus kebakaran lahan disebabkan karena warga lupa mematikan api saat membakar sampah. Akibatnya, saat terjadi embusan angin kencang api cepat membesar sehingga mengakibatkan kebakaran yang lebih besar.
Selain itu, kebakaran juga disebabkan karena hubungan arus pendek listrik. Dwi pun berharap kepada masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik sehingga potensi kebakaran bisa dicegah. “Harus menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar nasional Indonesia. Sedang untuk pengecekan instalasi bisa rutin dilakukan setiap dua tahun sekali,” katanya.
Salah satu kebakaran terkini menimpa sebuah rumah toko milik Dewi,42, di Jalan Wates Kilometer 3 di Dusun Kalibayem, Ngestiharjo, Kasihan pada Kamis (23/8/2018) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun akibat kebakaran itu kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.