Peringatan BPBD : Warga Bantul Waspadalah, Kasus Kebakaran Melonjak

David Kurniawan
David Kurniawan Sabtu, 25 Agustus 2018 06:50 WIB
Peringatan BPBD : Warga Bantul Waspadalah, Kasus Kebakaran Melonjak

Ilustrasi kebakaran./Reuters

Harianjogja.com, BANTUL – BPBD Bantul mencatat memasuki puncak musim kemarau ancaman kebakaran semakin tinggi. Sejak awal tahun hingga sekarang sudah ada 98 kasus kebakaran.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, potensi kebakaran di wilayah Bantul sangat tinggi. Hal ini terlihat dari kasus kebakaran yang terjadi mencapai 98 titik. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan kejadian di 2017 lalu. “Tahun lalu hingga akhir tahun, kejadiannya kurang dari 90 kasus. Tapi untuk tahun ini baru sampai Agustus sudah ada 98 kasus kebakaran,” kata Dwi kepada wartawan, Jumat (24/8/2018).

Menurut dia, untuk jenis kebakaran terdiri banyak disebabkan karena kelalaian manusia. Sebagai contoh, lanjut Dwi, untuk kasus kebakaran lahan disebabkan karena warga lupa mematikan api saat membakar sampah. Akibatnya, saat terjadi embusan angin kencang api cepat membesar sehingga mengakibatkan kebakaran yang lebih besar.

Selain itu, kebakaran juga disebabkan karena hubungan arus pendek listrik. Dwi pun berharap kepada masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik sehingga potensi kebakaran bisa dicegah. “Harus menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar nasional Indonesia. Sedang untuk pengecekan instalasi bisa rutin dilakukan setiap dua tahun sekali,” katanya.

Salah satu kebakaran terkini menimpa sebuah rumah toko milik Dewi,42, di Jalan Wates Kilometer 3 di Dusun Kalibayem, Ngestiharjo, Kasihan pada Kamis (23/8/2018) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun akibat kebakaran itu kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online