Tiba di Jogja, Jemaah Haji Diminta segera Periksa Kesehatan

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 04 September 2018 21:37 WIB
 Tiba di Jogja, Jemaah Haji Diminta segera Periksa Kesehatan

Suasana haru pertemuan antara jemaah haji asal Jogja dengan keluarga di Balaikota Jogja, Selasa (4/9/2018). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak

Harianjogja.com, JOGJA- Ratusan jemaah haji asal Kota Jogja tiba di Balaikota Jogja, Selasa (4/9/2018). Mereka diangkut menggunakan sembilan bus. Kedatangan mereka disambut haru oleh keluarga.

Meski begitu, Dinas Kesehatan mengingatkan agar para jemaah untuk segera memeriksakan kesehatannya. Paling lama 14 hari setelah kedatangannya di Jogja.

"Kalau ada yang demam, segera diperiksakan. Ini penting untuk mengantisipasi gejala penularan penyakit seperti infeksi maupun virus MERS-CoV yang sekarang marak di Arab Saudi," kata Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Jogja Lana Unwamah.

Dari pemetaan awal, kata Lana kondisi seluruh jemaah cukup baik. Meski ada beberapa yang diketahui mengalami batuk, namun hal itu dikarenakan pengaruh perbedaan cuaca yang sempat dialami.

"Kami membekali jemaah haji dengan kartu kewaspadaan. Kalau sampai 14 hari ada yang belum periksa, nanti petugas akan menelusurinya. Harapan kami jemaah yang pro aktif ke puskesmas," pintanya.

Total terdapat 440 jemaah haji asal Kota Jogja, yang terbagi dalam Kloter 23 SOC sebanyak 355 jemaah, dan Kloter 29 SOC sebanyak 85 jemaah. Dari jumlah itu, satu jemaah wafat atas nama Nur Harini Adisukarta, 67 tahun.

Dari Kloter 23 SOC ini, terdapat dua jemaah yang menggunakan mobil ambulans. Satu orang dirujuk ke RS Jogja di Wirosaban karena kondisinya melemah, dan satu orang langsung diantarkan ke rumah karena asma.

"Untuk Kloter 29 SOC akan tiba besok Kamis [6/9/2018] bergabung dengan Kulonprogo," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Jogja Ahmad Mustafid.

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi, yang menjemput di Donohudan berharap para jemaah menjaga kemabruran seusai menuntaskan seluruh rangkaian haji. Terutama dengan menghidupkan salat jamaah di masjid maupun rutin menghadiri majlis taklim. Bahkan para jemaah yang sudah disatukan dalam kelompok selama di tanah suci juga bisa terus menjalin silaturahim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online