Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Kondisi kambing yang selamat dari serangan hewan liar di Dusun Cak Bohol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Senin (17/9/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Munculnya kabar terkait serangan hewan liar di sejumlah wilayah yang menyerang ternak warga, Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul keluarkan surat edaran untuk pemilik ternak.
Diketahui sebelumnya terjadi serangan hewan liar di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus dan di Desa Tileng, Kecamatan Girisubo yang menyebabkan sejumlah kambing mati dengan penuh luka. Hewan liar itu juga diketahui menghisap darah ternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengungkapkan sudah menerima laporan dan menindaklanjutinya dengan menerjunkan tim kelapangan.
"Sudah kami tindaklanjuti dan kami keluarkan surat edaran, yang pada intinya mengimbau ke masyarakat agar membawa ternaknya ke rumah tidak ditinggal di ladang. Atau memperkuat pagar kandang," kata Bambang, Selasa (18/9/2018).
Menurut data yang dihimpun oleh dinas sendiri dalam kurun waktu Agustus hingga September 13 kambing menjadi korban. "Kejadiannya enam kambing di Girisubo dan tujuh kambing di Tepus menjadi korban hewan liar," ujarnya.
Meski kejadian serangan hewan liar tersebut juga sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, namun hingga saat ini pihak dinas belum bisa memastikan jenis hewan liar tersebut.
"Saat ini belum bisa dipastikan juga, kabarnya anjing liar atau apa kan belum ada foto pastinya atau video yang menunjukan hewan tersebut. Dulu pernah diteliti bekas gigitannya itu tidak ada rabiesnya juga. Memang sulit menangkap hewan itu," kata Bambang.
Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), DIY, Junita Parjanti mengungkapkan meski anjing liar tersebut bukan merupakan hewan yang dilindung, namun pihaknya meminta masyarakat untuk tidak langsung membunuhnya.
"Perlu kepedulian bersama untuk merawat lingkungan ini. Agar hewan tersebut juga tidak terganggu aktivitas manusia, dan merugikan masyarakat sendiri nantinya, menyerang ke tempat mereka contohnya," kata Junita.
Menurutnya untuk menangkap hewan liar tersebut cukup sulit, karena pihaknya juga pernah menangani kasus yang sama di Kulonprogo dan Sleman.
"Cukup sulit juga menangkapnya sepertinya memang anjing liar, kalau serigala atau harimau saya rasa tidak. Pernah coba ditangkap pakai jebakan tapi hasilnya nihil. Untuk masalah ini sebenarnya lebih ke dinas peternakan memang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.