Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Ilustrasi Pemilu/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bantul masih memverifikasi kelengkapan administrasi proses pencairan dana bantuan partai politik atau banpol. Proses verifikasi ditarget selesai pekan depan sehingga awal Oktober semua partai sudah menerima banpol.
"Masih proses verifikasi. Kemungkinan baru selesai pekan depan, kemudian langsung dicairkan hingga awal Oktober," kata Kepala Kesbangpol Bantul Dwi Daryanto, Jumat (21/9/2018).
Dwi mengatakan proses verifikasi administrasi melibatkan Bagian Hukum, Inspektorat, Bagian Keuangan, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul. Sementara besaran dana banpol dipastikan sama dengan tahun lalu, yakni Rp1,3 miliar (bukan Rp1 miliar seperti diberitakan sebelumnya).
Ada 10 partai politik yang mendapatkan dana banpol. Ke-10 partai tersebut yang memiliki keterwakilan di DPRD Bantul. Nilai banpol dihitung per suara Rp1.927. Sehingga masing-masing partai berbeda perolehannya.
Dwi mengaku nilai banpol di Bantul lebih besar dibanding daerah lain, bahkan lebih tinggi dari ketetapan nasional Rp1.500 per suara. Dana banpol tersebut untuk biaya pendidikan politik oleh masing-masing partai serta biaya dministrsi partai dengan perbandingan 70% dan 30%.
Namun, Kesbangpol tidak bisa mengawasi sampai detail penggunan dana banpol. Kesbangpol hanya mengawasi seusai laporan pertanggungjawaban penggunaan dana banpol sebelumnya yang sudah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kalau sudah memenuhi syarat secara administrasi ya harus dicairkan," ujar Dwi.
Ia memstikan semua partai di Bantul tahun ini bisa mencairkan dana banpol, termasuk Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tahun lalu sempat bermasalah dalam kepengurusan.
Berdasarkan data Kesbangpol Bantul, banpol yang diberikan kepada 10 partai tahun lalu paling besar adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rp291,8 juta dengan jumlah suara 151.436 suara. Disusul Gerindra Rp145,5 juta (75.514 suara), Partai Amanat Nasional (PAN) Rp134,1 juta (69.635 sura), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rp110,8 juta (57.523 suara).
Kemudian Golkar Rp81,4 juta (42.282 suara), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rp81,1 juta (42.101 suara), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rp73,2 juta (38.007 suara), Nasdem Rp61,8 juta (32.072 suara), Demokrat Rp54,6 juta (28.384 suara), dan Partai Bulan Bintang (PBB) Rp21,3 juta (11.102 suara).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.
Putri Anne mengaku kembali menjadi murid Yesus saat menjawab pertanyaan netizen soal hijab. Ia juga buka suara mengenai pandangannya terhadap pernikahan setelah
Petenis Indonesia Janice Tjen masuk unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026. Status ini membuatnya langsung lolos ke babak kedua. Simak jadwal dan daftar pesaingnya
Cristiano Ronaldo kembali ke Al Nassr usai menikahi Georgina Rodriguez. Rambut emas barunya jadi sorotan, sementara target 1.000 gol menantinya di musim 2026/20
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.