RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi rupiah/Reuters
Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Perindustrian, Bantul kembali mengusulkan penutupan sejumlah koperasi ke Kementerian Koperasi karena dinyatakan tidak sehat. Sehingga total yang diusulkan untuk ditutup tahun ini mencapai 113 koperasi dari total 433 koperasi.
"Jadi sekarang tinggal sekitar 320 koperasi yang ada di Bantul," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian, Bantul, Sulistiyanto, Rabu (26/9).
Sulistiyanto mengatakan yang diusulkan ditutup karena sudah tidak ada aktifitas, salah satunya rapat anggota tahunan (RAT). Sebelum diusulkan ditutup, pihaknya sudah melakukan pendekatan, namun tidak ada perubahan.
Saat ini sebanyak 320 koperasi dalam kondisi sehat, cukup sehat, dan pengawasan. "Yang pengawasan hanya ada dua koperasi, itu hanya persoalan manajemennya yang perlu perbaikan," ujar Sulistiyanto.
Ia menyatakan surat keputusan penutupan koperasi sudah keluar untuk beberapa koperasi dari Kementerian Koperasi untuk usulan penutupan sebelumnya sekitar 40 koperasi. Saat ini keputusan tersebut baru dibuatkan berita acara. Setelah itu koperasi yang ditutup tersebut segera diumumkan ke publik supaya tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidk bertanggung jawab.
Sementara itu Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul yang membidangi koperasi, Widada, baru mengetahui ada rencana penutupan koperasi sebanyak 113 koperasi. Pihaknya mengaku belum ada pembahasan sebelumnya terkait penutupan koperasi tersebut.
Namun demikian, politikus Partai Golkar ini tidak mempersolkan jika alasan penutupan itu karena koperasi sudah tidak sehat. Sebab, kata Widodo, mempertahankan koperasi tidak sehat akan membebani penilaian bagi Pemerintah Kabupaten Bantul. "Tentunya harus melalui pembinaan terlebih dahulu. Kalau upaya pembinaan tidak berhasil maka tidak bisa dipertahankan. Tidak apa-apa ditutup," ujar Widodo.
Anggota Komisi B DPRD Bantul, Setiya menambahkan adanya penutupan yang cukup banyak koperasi di Bantul menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Bantul untuk benar-benar mendampingi bagi koperasi yang masih bertahan.
Bagaimana pun, kata dia, koperasi adalah aset pembangunan ekonomi kerakyatan. Karena itu perlu ada teroboan yang tepat agar koperasi tetap sehat, salah satunya dengan melibatkan anak-anak muda sebagai regenerasi. "Tentunya harus dengan pembaharuan koperasi agar diminati anak muda," kata Setiya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.