Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.930 per Dolar AS
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto bertemu Amien Rais dan Ketum PA 212 Slamet Maarif di Mekkah./Suara-Foto Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA- Pendukung Aksi Bela Islam 212 memilih mendukung Jokowi-Maruf agar pentolan FPI Rizieq Shihab dipulangkan ke Tanah Air.
Sejumlah orang yang mengklaim diri sebagai aktivis gerakan Aksi Bela Islam 212 mendeklarasikan mendukung Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019. Aksi Bela Islam 212 merupakan demonstrasi di tahun 2017 dengan tuntutan memenjarakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena tuduhan menistakan agama.
Saat itu momentum Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Ahok merupakan calon kepala daerah petahana yang juga mantan Wakil Gubernur saat Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta.
Koordinator eks 212 kawal KH Maruf Amin, Razman Arif Nasution menuturkan salah satu agenda yang dibawa setelah dukung Jokowi - Maruf Amin adalah memperjuangkan kepulangan pentolan FPI Rizieq Sihab dari Arab Saudi.
"Agenda ini termasuk di dalamnya adalah kita akan memperjuangkan dalam hal ini Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia dengan aman nyaman dan damai dan tentu koridor hukum," kata Razman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).
Mantan pengacara Rizieq Shihab itu mengungkapkan, terbentukanya gerakan eks 212 kawal KH Maruf Amin karena kegelisahan melihat adanya pengiringan opini bahwa seakan para alumni gerakan Aksi Bela Islam 212 yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga.
Padahal kata Razman, lahirnya gerakan 212 karena keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipimpin Maruf Amin, atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang Al-Maidah ayat 51.
Menurutnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) saat itu berkomitmen untuk mengawal fatwa yang dikeluarkan Ma\'ruf Amin. Untuk itu, Razman dan rekan-rekannya yang tergabung kedalam gerakan eks 212 kawal KH Maruf Amin mempertanyakan mengapa saat ini GNPF Ulama justru malah berpaling mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga.
"Sekarang muncul pertanyaan fatwa apa yang telah dikeluarkan oleh MUI sehingga harus dikawal GNPF dan sekarang memberikan dukungan kepada Prabowo Sandi," ucapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Bareskrim Polri menggerebek sembilan sarang narkoba di Sumatera Utara, mengamankan 36 orang, serta menyita sabu dan barang bukti lainnya.
DPRD DIY menyoroti rencana pengalihan gaji PPPK ke APBN yang berpotensi mengurangi DAU dan manfaat bagi anggaran daerah.
Kemnaker menargetkan 70% lulusan pelatihan vokasi bekerja melalui transformasi BPVP, pelatihan sesuai kebutuhan industri, dan pelacakan alumni.
Kemenhub mengkaji tarif batas bawah angkutan darat, penyeberangan, dan laut untuk menjaga keselamatan serta menekan risiko praktik ODOL.
Kemenperin menargetkan produktivitas pekerja manufaktur mencapai Rp147,7 juta per orang pada 2029 melalui penguatan SDM dan pendidikan vokasi.