Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Ilustrasi hoaks./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN--Berita bohong atau hoaks akan banyak bermunculan saat masa pemilu. Mahasiswa sebagai kalangan pemilih pemula diharapkan bisa jeli memaknai setiap informasi yang diterima.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Rosarita Niken Widiastuti mengatakan permasalahan konflik pemilu banyak dipicu dari media sosial. Saat ini media sosial yang bisa diakses melalui handphone menjadi media ampuh menyebarkan hoaks.
"Sumber informasi bermula dari ponsel sementara handphone jumlahnya sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai Rp250-an juta orang, yaitu sampai 400 juta handphone," kata dia dalam Forum Dialog Pemuda Sadar Pemilu di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (8/11/2018).
Pengguna Internet di Indonesia juga cukup tinggi yaitu mencapai 143 juta orang. Sebesar 65% di antaranya adalah kaum milenial. Hoaks akan mudah masuk ke aplikasi Whatsapp atau media sosial lain seperti Instagram dan Facebook. Untuk itu, sebagai kalangan yang paling sering mengakses Internet, Niken mengajak mahasiswa berhati-hati dan cerdas bermedia sosial.
"Kita harus bisa mengenali ciri-ciri hoaks, yaitu cenderung provokatif dan judul membuat orang sakit hati," jelas Niken.
Ia berpesan agar jangan menyebarkan informasi apapun yang tidak dipahami karena hoaks hanya akan mencerai-beraikan bangsa.
Kominfo sebagai humas pemerintah akan bersama KPU dan Bawaslu melakukan literasi kepada kaum milenial agar melek pemilu. Hal ini dilakukan mengingat tren masyarakat dalam berpartisipasi dalam pemilu masih kurang. Pada pilihan legislatif (pileg) 2014 lalu, sebanyak 24,89% pemilih tidak menggunakan hak suaranya alias golput.
Sementara Rektor UNY Sutrisno Wibowo mengajak mahasiswa menggunakan hak suaranya dengan baik. "Semoga setelah forum ini, informasi yang diperoleh bisa disampaikan ke masyarakat yang lebih luas," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Pemkot Jogja larang plastik saat Iduladha 2026. Warga diminta pakai besek dan wadah ramah lingkungan untuk kurangi sampah.
Muhammadiyah tegaskan kurban sebagai perekat sosial di Idul Adha 2026. Sebanyak 20 sapi didistribusikan untuk masyarakat membutuhkan.
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.
Makna Idul Adha 2026 ditegaskan PBNU: kurban bukan sekadar ritual, tapi wujud ketaatan, kepedulian sosial, dan kesiapan menerima kritik.
Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 resmi diumumkan, dipimpin Christian Pulisic dan Mauricio Pochettino.