15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Ilustrasi tenaga kerja wanita. /Antara
Harianjogja.com, JOGJA- Dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal DIY kembali dikabarkan meninggal dunia. Salah satu jenazah TKI yang meninggal tiba di Jogja Kamis (15/11/2018) dan satu jenazah lainnya akan tiba Sabtu (17/11/2018) ini.
Kasus TKI asal DIY yang meninggal tersebut menambah daftar jumlah TKI yang meninggal dunia tahun ini. Hingga November tahun ini, tercatat lima orang TKI asal DIY yang meninggal dunia.
Sebelumnya pada Juli lalu seorang TKI asal Jalakan, Triharjo, Bantul, Wiwit Sutrisno Putro, tewas seusai mengalami kecelakaan kerja di Simpyong, Busan, Korea Selatan.
Sri Purwanti Kepala Seksi Perlindungan TKI Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) DIY mengatakan, kedua orang TKI yang meninggal berasal dari Kulonprogo dan Gunungkidul. Masing-masing, Sumaryati, 53, warga Papringan, Plembutan, Playen Gunungkidul dan Sugiyati, 35, warga Pundak, Nanggulan, Kulonprogo.
Menurut Sri, Sumaryati bekerja di Arab Saudi sejak 2010. Beberapa kali mengambil cuti kemudian kembali bekerja di tanah Arab itu. Terakhir kali Sumaryati berangkat lagi ke Arab Saudi pada awal 2017 sebagai house maid. Sementara Sugiyati bekerja di Hongkong sejak 2008 juga sebagai house maid.
"Keduanya dilaporkan meninggal akibat terkena penyakit kanker," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (16/11/2018).
Ada perbedaan status dan penanganan dari kedua TKI tersebut. Pasalnya, Sumaryati bekerja sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Saat berangkat pada 2010 lalu melalui Alhijaz Indojaya, ia tercatat sebagai TKI cuti reentry pada 2014 dan kembali pada majikan yang sama (Saedah Mansur Naseer) di Riyadh. Pada 2016, almarhum mengajukan cuti kemudian berangkat lagi pada awal 2017 dan memperpanjang kontrak melalui Konsorsium Asuransi Mitra TKI selama dua tahun.
"Jenazah diberangkatkan dari Arab Saudi sejak 14 November. Ke Jogja dijadwalkan 15 November kemarin. Kami dampingi pemulangan jenazahnya. Untuk yang Kulonprogo besok [hari ini] kami juga dampingi," katanya.
Berbeda dengan Sumaryati, TKI asal Gunungkidul Sugiyati sejak berangkat (resmi) ke Hongkong pada 2008 lalu melalui PT Sukses Mandiri Utama, belum pernah memproses kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN). Akibatnya, ia sejak 2011 termasuk TKI yang overstay di Hongkong. "Untuk asuransi Sumaryati, kami akan proses pengajuannya. Ini berbeda dengan Sugiyati, karena overstay tidak ada asuransi namun kami tetap memberikan pendampingan," terang Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
Popularitas BTS di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada kuartal II 2026. Sebanyak 46% warga AS mengaku memiliki kesan positif terhadap grup K-pop terse
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta
Libur HUT ke-81 RI mendorong lonjakan penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Jogja hingga 122.191 orang pada 14-17 Agustus 2026.
BPBD Bantul telah menyalurkan 706.500 liter air bersih untuk 4.623 jiwa terdampak kekeringan. DPRD dorong evaluasi penanganan krisis air.