Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma (USD) memamerkan produk kerajinan dalam acara Dies Natalis PGSD Celebration di aula kampus 1 USD Mrican, Jumat (23/11/2018)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN--Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma (USD) menggelar Dies Natalis PGSD Celebration dalam rangka Dies Natalis ke-11 di aula kampus 1 USD Mrican, Jumat (23/11/2018). Kegiatan ini ingin menyuarakan harapan kepada para pendidik sekolah dasar agar mau menggunakan daya kreasinya dalam memberikan materi kepada siswa.
Vincentius Bayu Prayogo, Ketua Bidang Acara mengatakan menjadi seorang pendidik tidak hanya mengunggulkan sisi pengetahuan tetapi harus berani berkreasi dan kreatif. "Memberikan pendidikan untuk anak SD itu dibutuhkan inovasi. Harus dituntut memberikan pengajaran yang kreatif agar anak-anak tidak bosan," kata dia di sela-sela acara, Jumat.
Harapan yang muncul dari panitia itu kemudian ditunjukkan dalam sebuah pameran seni. Bayu mengatakan pada pameran seni ini, lima konsentrasi studi di bawah PGSD menampilkan kreativitasnya masing-masing. Antara lain konsentrasi seni, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), MIPA, Kurikulum Internasional, dan PAUD.
"Ada yang menampilkan drama, film pendek, dan lainnya," lanjut Bayu.
Selain pertunjukan, ada pula pameran barang kerajinan dan bazar makanan. Acara yang terbuka untuk umum ini mengangkat tema Merajut Kreativitas Tanpa Batas dalam Pendidikan dan Kebudayaan. Pameran akan dilombakan dan bagi peserta yang menang berhak mendapatkan hadiah dalam bentuk barang.
Bayu mengatakan acara dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 14.00-17.00 WIB diisi dengan pertunjukan dan pameran kerajinan. Pada sesi kedua dimulai pukul 18.00-21.00 WIB diisi dengan acara potong tumpeng, pentas seni, dan pemberian apresiasi kepada para pemenang lomba selama rangkaian Dies Natalis ke-11 PGSD berlangsung sejak 26 Oktober 2018.
Beberapa lomba yang sudah digelar adalah lomba mading, tari, dan fotografi. Ada pula pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi versi Prodi PGSD.
Bayu mengatakan perayaan Dies Natalis PGSD tahun ini jauh berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya acara dies natalis digunakan sebagai ajang penilaian mahasiswa yang sedang ujian akhir semester, tahun ini acara murni sebagai ajang pertunjukan yang menghibur. Diperkirakan sebanyak 300 orang akan datang dalam acara ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.749 per dolar AS. Simak penyebab, sentimen global, dan proyeksi pergerakan kurs terbaru.
Harga emas 26 Mei 2026: UBS dan Galeri24 naik, Antam turun ke Rp2,798 juta per gram. Simak daftar lengkapnya di sini.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.